Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KMP Yunicee Tenggelam, Sopir Jawa-Bali Asal Pedawa Selamat Dari Maut

Chairul Amri Simabur • Kamis, 1 Juli 2021 | 00:09 WIB
KMP Yunicee Tenggelam, Sopir Jawa-Bali Asal Pedawa Selamat Dari Maut
KMP Yunicee Tenggelam, Sopir Jawa-Bali Asal Pedawa Selamat Dari Maut

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kabar duka kembali mewarnai Laut Bali. Selasa (29/6) malam sekitar pukul 19.30 wita, Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee karam di Selat Bali. Beberpa penumpang yang berada di dalam kapal berusaha menyelamatkan diri, termasuk kapal-kapal lain yang berada dekat KMP Yunicee turut membantu evakuasi. Beberapa penumpang dinyatakan meninggal dunia. Beruntung salah satu penumpang yang berasal dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng berhasil selamat. Namun sayang, saat dievakuasi, ia terpisah dengan anaknya.



Dikonfirmasi via telepon, Rabu (30/6) sore, Kepala Dusun Insakan, Desa Pedawa, Putu Ritana membenarkan salah satu warganya adalah korban dari tenggelamnya KMP Yunicee. Ia pun menegaskan bahwa korban bersama putrinya selamat. “Korban atas nama Ketut Budi Astrawan umur 39 tahun dan anaknya selamat. Infonya masih di puskesmas Banyuangi tapi dia belum bisa tiang hubungi. Anaknya bernama Kadek Ayu Novi Antari, baru umur 14 tahun,” terangnya.



Ia pun mengaku mendapat kabar bahwa korban bersama anaknya telah dipulangkan Rabu (30/6) pagi dari Pelabuhan Gilimanuk. Namun masih belum sampai di rumahnya di Lingkungan Pendem, Dusun Insakan, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar-Buleleng. “Ya  benar, tapi belum sampai rumah, nanti saya mau cek lagi ke rumahnya,” ungkapnya.



Ketut Budi Astrawan diketahui bekerja sebagai sopir truk Jawa-Bali. Ia pun kerap menyeberang di Gilimanuk bila mendapat tugas untuk mengirim barang muatan ke Jawa. Begitu pula sebaliknya. Ketika peristiwa itu terjadi, Budi hendak kembali pulang ke Bali membawa muatan kosentrat. Ia berpergian bersama putrinya.



Kadus Ritana menyebut, anaknya Kadek Ayu Noviantari biasanya tidak pernah ikut berangkat bersama ayahnya. Namun kali ini ia ingin menemani ayahnya bekerja hingga ke Jawa. “Biasanya ndak pernah ikut,baru kali ini anaknya pingin ikut bapaknya, dia balik dari Jawa mau ke Bali sambil muat sentrat,” kata dia.



Budi pun berangkat ke Jawa sejak empat hari lalu atau Sabtu (26/6) bersama anaknya. Kemudian ia kembali pulang ke Bali Selasa (29/6) malam dengan menumpang KMP Yunicee. “Ke Jawa udah 4 hari, biasanya kalau cepet dapat muatan cepet baliknya, kadang-kadang kalau belum ada muatan belum dia pulang, Buk,” tutur Kadus Insakan ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group).



Hingga berita ini diturunkan, korban Ketut Budi Astrawan bersama anaknya Kadek Ayu Novi Antari belum tiba di rumahnya. Dari pantauan di lokasi, kondisi rumahnya pun masih dalam keadaan sepi.

Editor : Chairul Amri Simabur