GIANYAR, BALI EXPRESS - Jembatan gantung peninggalan jaman kolonial Belanda yang berlokasi di Banjar Tebuana, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, saat ini tengah diusulkan untuk mendapatkan perbaikan. Terlebih kedepannya jembatan ini akan dijadikan destinasi wisata di pintu masuk Desa Sukawati.
Pj. Perbekel Desa Sukawati, I Wayan Asdita Adi menjelaskan bahwa jembatan tersebut konon didirikan pada masa Kolonial Belanda sekitar abad 17 – 18 Masehi. Dimana jembatan gantung tersebut terbuat dari besi baja dan masih utuh. "Dulu jembatan ini digunakan sebagai penyeberangan pejalan kaki. Tapi karena sudah tidak mampu lagi untuk menahan beban yang sangat berat dan terus menerus, sehingga disebelah selatannya dibangunlah jembatan yang baru sebagai pengganti jembatan yang lama," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (1/8).
Ditambahkannya jika, Dinas PU sebagai pengelola jembatan ini pun rutin melakukan perawatan secara berkala. Sayangnya karena usia jembatan yang sudah tua, bagian lantainya sudah lapuk karena terbuat dari kayu. "Jadi kondisi jembatan sekarang dalam kondisi rusak untuk lantainya karena terbuat dari kayu. Sedangkan besinya masih lumayan kuat tapi hanya untuk pejalan kaki," imbuhnya.
Atas kondisi tersebut, Desa Sukawati telah mengajukan proposal untuk perbaikan jembatan ke Dinas PU Provinsi Bali. Disamping itu, mantan Perbekel Sukawati periode 2015-2021, I Dewa Gede Dwi Putra juga telah melakukan koordinasi dengan Balai Purbakala Provinsi Bali untuk mengembangkan potensi di sekitar jembatan gantung tersebut. Rencananya areal tersebut akan dijadikan destinasi wisata yang terletak di pintu masuk Desa Sukawati
"Namun sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari Dinas PU terkait kapan akan dilakukan perbaikan atau renovasi terhadap jembatan tersebut," lanjutnya.
Sebab, kata dia meskipun sudah tidak berfungsi sebagai penyeberangan kendaraan, namun jembatan gantung dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 1,5 hingga 2 meter itu masih mempesona untuk dijadikan lokasi pemotretan, baik untuk prewedding, video klip dan lainnya. Bahkan dulu lokasi ini jadi primadona karena sangat artistik.
"Tetapi tanpa adanya renovasi terlebih dahulu kita tidak berani karena sangat riskan dengan kondisi jembatan yang sekarang," sebutnya.
Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan, menurut Asdita Adi jika hal itu akan dihitung oleh pihak Dinas PU. "Sedangkan kita hanya mengajukan dan berharap bisa terealisasi," tandasnya.
Editor : Nyoman Suarna