Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pastikan Aman Dikonsumsi, Petugas Cek Tempat Pemotongan Babi

Nyoman Suarna • Selasa, 9 November 2021 | 01:29 WIB
Pastikan Aman Dikonsumsi, Petugas Cek Tempat Pemotongan Babi
Pastikan Aman Dikonsumsi, Petugas Cek Tempat Pemotongan Babi

NEGARA, BALI EXPRESS - Sudah menjadi tradisi jelang hari raya Galungan dan Kuningan masyarakat hindu di Bali melaksanakan tradisi potong babi bersama-sama atau mepatung. Dari data yg sudah masuk di Bidang Kesewan dan Kesmafet pada ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, terdapat 33 tempat pemotongan babi yang dipastikan rutin melakukan pemotongan babi jelang hari raya galungan ini.



Ditemui dilokasi pemotongan babi di Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Senin (8/11) petugas medikfeteriner Kabupaten Jembrana drh I Gede Adhi Adnyana,54 seizin kepala Dinas Pertanian dan Pangan mengatakan pihaknya turun melakukan pemeriksaan ke lokasi pemotongan babi untuk menjamin dan memastikan babi ataupun daging babi yang dipotong untuk mepatung aman dikonsumsi. "Pemeriksaan kami lakukan dengan dua tahap, yakni antomorten dan postmortem," ujarnya.



Dari hasil pemeriksaan di 33 tempat pemotongan babi, lanjut Adhi Adnyana, semua babi yang dipotong untuk mepatung dalan kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi. "Jika ditemukan babi dalam pemeriksaan antomorthem maupun postmorthem dalam keadaan sakit dan ditemukan tanda dibagian organ dalam dan daging, maka petugas akan melarang pemilik tempat pemitongan babi untuk memotong babi tersebut," imbuhnya.



Setiap tahunnya di Jembrana sebut Adhi Adnyana saat menjelang hari raya galungan sebanyak lebih dari 300 ekor babi dipotong untuk mepatung. "Semenjak pandemi covid 19 ini geliat mepatung jelang hari raya masih ditahan. Namun kini saya lihat sejak Meredanya covid 19 geliat mepatung dari warga kembali meningkat," terangnya.



Sementara itu Made Sudana Yasa,52 salah seorang warga Desa Banyubiru yang ikut mepatung juga mengakui saat covid 19 mereda, geliat warga untuk mepatung mulai rame. "Hari ini kami motong babi 2 ekor dengan peserta mepatung 30 orang. Kalau hari raya tahun lalu saya hanya memotong 1 ekor saja," ujantnya.



Sementara itu ditengah situasi prekonomian yang belum stabil akibat pandemi Covid-19 saat ini, cara mepatung ini diyakini mampu meringankan beban warga dalam memperoleh daging babi untuk keperluan hari raya. Dilain pihak, harga daging babi dipasaran saat ini masih tergolong tinggi yakni Rp 100.000,-/perkilogram. Hal ini karena harga daging babi hidup saat ini mengalami penurunan dari Rp.48.000,-/kilogram menjadi Rp.43.000,-/kilogram.

Editor : Nyoman Suarna
#jembrana