SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sebuah video angin puting beliung (ucur-ucur) di pinggir pantai berdurasi 1 menit viral di media sosial pada Senin (15/11) sore. Rupanya, angin puting beliung atau biasa disebut ucur-ucur itu terjadi di tengah laut Pantai Ponjok, Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan.
Dalam video itu, terlihat sejumlah masyarakat berpakian adat tengah menari lengkap dengan suara gamelan Baleganjur di pinggir pantai. Ucur-ucur yang semula akan mendekat pun akhrnya bergeser beberapa meter dari krama yang sedang berada di tepi pantai.
Belakangan diketahui jika fenomena alam itu terjadi saat masyarakat tengah menggelar persembahyangan di pinggir pantai karena bertepatan dengan pujawali di Pura Dalem Puri Desa Kubutambahan.
Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana membenarkan angina putting beliung yang terjadi tersebut. Kala itu, krama memang hendak melarung banten ke tengah laut sembari membunyikan gong. Namun, tiba-tiba ada ucur-ucur yang hendak menyapu apapun di depannya.
"Tidak ada ritual khusus yang dilakukan warga untuk mengusir ucur-ucur itu. Itu fenomena alam yang kebetulan terjadi. Warga meyakini fenomena itu merupakan turunnya Ida Betara Solo di Pura Dalem Puri," ungkapnya.
Di sisi lain, fenomena ucur-ucur ini sebut Pariadnyana juga menyebabkan kerusakan pada dua atap rumah milik warga yang terletak di wilayah Segara Kubuanyar, Desa Kubutambahan. Atap rumah itu milik Gede Bagiada dan Made Witastra.
"Ada atap dua rumah warga terbang disapu ucur-ucur itu. Kebetulan rumah korban berada di pinggir pantai. Saat ini klian banjar sedang di TKP," ucapnya.
Atas musibah ini, Pariadnyana pun mengimbau kepada warga di Desa Kubutambahan untuk selalu waspada. "Selalu waspada, mudah-mudahan tidak terjadi bencana yang besar," tutupnya.
Terpisah, Camat Kubutambahan, Gede Suyasa membenarkan telah terjadi angina putting beliung yang disertai hujan lebat di wilayah Kubutambahan. Bahkan, sebuah pohon jambu mente, yang tumbang di jalan Jurusan Kubutambahan Kintamani, tepatnya d Desa Bengkala. Akibatnya, arus lalulintas sedikit mengalami hambatan.
“Tim URC BPBD Kabupaten Buleleng, Perbekel Bengkala, bergerak cepat mengkoordinasikan dan lanjut melakukan pemotongan pohon, dibantu oleh warga masyarakat sekitar lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” singkatnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana