Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gadis Keterbelakangan Mental yang Disetubuhi Itu Gemetar Saat Sebut Pak Jro

I Putu Suyatra • Rabu, 12 Januari 2022 | 04:48 WIB
ilustrasi
ilustrasi
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Selain mendatangi Polres Buleleng, orangtua korban persetubuhan yang diduga dilakukan oleh oknum Pemangku, juga mendatangi Kantor Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Buleleng.

Korban yang mengalami keterbelakangan mental atau disabilitas, LB, 21  menemui tim P2TP2A Buleleng. Di hadapan psikolog serta Kepala Bagian Perlinduanga Perempuan dan Anak, Putu Agustini, LB bercerita sangat vulgar. Sembari gemetar LB menceritakan dirinya disetubuhi oleh oknum pemangku itu. Sesekali dari mulutnya terucap Pak Jro. Ia nampak bingung dan ketakutan.

"Dia menceritakan bagaimana dirinya diperlakukan. Dia ketakutan. Dia ngomong sambil gemeteran. Penglihatannya kemana-mana. Memang kata orangtuanya dia keterbbelakangan mental," ujar Agustini.

Tim P2TP2A juga telah melakukan pendampingan awal untuk menenangkan korban serta orangtuanya. Hanya saja tim masih terkendala hasil pemeriksaan dari psikiater untuk memastikan status korban.

"Kami susah juga melakukan pendampingan kalau kondisinya begini. Kami juga harus menunggu hasil pemerikan medisnya, apakah benar statusnya keterbelakangan mental atau bagaimana. Agar langkah-langkah yang kami ambil nantinya tidak salah," tambahnya.

Agustini juga membeberkan bahwa kondisi korban saat ini masih belum stabil. Dibutuhkan waktu ekstra untuk membuat kondisi korban seperti sedia kala.

"Dia mengaku kepada kami saat buang air kecil rasanya sakit. Dia juga bilang diajak oleh orang yang dia sebut Pak Jro itu di suatu tempat dan melakukan itu sebanyak dua kali," terangnya. Editor : I Putu Suyatra
#bali #asusila #gadis keterbelakangan mental diperkosa #buleleng