Pucuk pimpinan polres dan kodim meminta penonton membubarkan diri. Namun diduga karena kecewa, tak sedikit berteriak dan tidak mau langsung pulang. Secara perlahan lampu di alun-alun dipadamkan.
“Setelah saya ngomong sempat bertahan 10-15 menit. Saya bilang matikan lampu, cabut kabel. Sekitar 15 menit mereka akhirnya bubar dengan kesadaran sendiri,” ujar Dandim 1626/Bangli Letkol I Gede Putu Suwardana, Kamis (13/1).
Pihaknya memahami kekecewaan penonton, mengingat tindakan tegas aparat keamanan membuat mereka batal menonton konser. Dari dua grup musik yang sedianya tampil malam itu, baru satu yang sempat menghibur, yaitu Nosstress. Itu pun hanya menyapa dengan dua lagu. Sedangkan Painful by Kisses batal manggung. Selain kehadiran penonton tidak taat prokes, waktu juga sudah menunjukkan sekitar pukul 22.00, batas akhir konser digelar sesuai izin dari Polres Bangli.
“Saya lihat kerumunan massa luar biasa banyak. Sekitar 3 ribu,” sebutnya.
Selain berjubel, tegas Suwardana, banyak tidak menggunakan masker. Di masa pandemi Covid-19, semua orang wajib taat prokes. Memang diakuinya, kasus Covid-19 sudah melandai di Bangli, tetapi jika itu dibiarkan khawatir melonjak lagi. Dari sekian penonton, banyak dari luar Bangli, seperti Denpasar, Klungkung, Gianyar, bahkan ada dari Jembrana. Mereka datang khusus menonton grup musik kesukaannya.
“Saya ngeri melihat kerumunan massa. Takut ada ledakan (peningkatan kasus Covid) dan tracking habis acara di Bangli, kami lagi disalahin,” tegasnya lagi.
Sehari sebelum acara, lanjut Suwardana, pihaknya bersama kapolres sudah sempat memastikan rundown acara ke Pemkab Bangli, termasuk kemungkinan jumlah orang yang hadir. Informasinya tidak sampai 1.000 orang, tapi ternyata yang hadir ribuan.
Pihak event organizer (EO), Rise of Bangli Management dalam pernyataan tertulis menyampaikan bahwa event itu sudah mendapatkan izin dari Polres Bangli. Acara boleh dilaksanakan pada Rabu (12/1) sampai Minggu (16/1) mulai 15.00- 22.00 dengan kapasitas undangan 750 orang atau separo dari daya tampung lokasi yang diperkirakan sekitar 1.500 orang, dan dengan tetap menerapkan prokes yang ketat.
Tetapi dalam perjalanannya, event menemukan banyak kendala, di antaranya hujan yang menyebabkan persiapan terganggu. Kemudian jumlah penonton yang membeludak di luar prediksi.
Jumlah penonton melebihi kapasitas daya tampung yang sudah ditentukan oleh pohak Polres Bangli.
“Dengan berat hati acara konser dalam rangka launching alun-alun Kota Bangli harus dihentikan oleh pihak Kepolisian Resort Bangli,” demikian keterangan tertulis Rise of Bangli Manajemen yang ditandatangani I Wayan Wahyu Pramana sebagai ketua dan I Gede Bawa Artana selaku sekretaris. (wan) Editor : I Putu Suyatra