Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Langgar Prokes, Konser Musik Pembukaan Alun-Alun Bangli Dihentikan

I Putu Suyatra • Jumat, 14 Januari 2022 | 16:46 WIB
DIHENTIKAN: Dandim 1626/Bangli Letkol I Gede Putu Suwardana bersama Kapolres Bangli AKBP I Dewa Agung Roy Marantika menghentikan konser musik pembukaan alun-alun, Rabu (12/1) malam. (Istimewa)
DIHENTIKAN: Dandim 1626/Bangli Letkol I Gede Putu Suwardana bersama Kapolres Bangli AKBP I Dewa Agung Roy Marantika menghentikan konser musik pembukaan alun-alun, Rabu (12/1) malam. (Istimewa)
BANGLI, BALI EXPRESS - Acara pembukaan Alun-Alun Kota Bangli tidak berjalan mulus, Rabu (12/1). Acara hiburan, berupa konser musik dihentikan oleh Polres dan Kodim 1626/Bangli, karena tidak mengikuti protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19.

Pucuk pimpinan polres dan kodim meminta penonton membubarkan diri. Namun diduga karena kecewa, tak sedikit berteriak dan tidak mau langsung pulang. Secara perlahan lampu di alun-alun dipadamkan.

“Setelah saya ngomong sempat bertahan 10-15 menit. Saya bilang matikan lampu, cabut kabel. Sekitar 15 menit mereka akhirnya bubar dengan kesadaran sendiri,” ujar Dandim 1626/Bangli Letkol I Gede Putu Suwardana, Kamis (13/1).

Pihaknya memahami kekecewaan penonton, mengingat tindakan tegas aparat keamanan membuat mereka batal menonton konser. Dari dua grup musik yang sedianya tampil malam itu, baru satu yang sempat menghibur, yaitu Nosstress. Itu pun hanya menyapa dengan dua lagu. Sedangkan Painful by Kisses batal manggung. Selain kehadiran penonton tidak taat prokes, waktu juga sudah menunjukkan sekitar pukul 22.00, batas akhir konser digelar sesuai izin dari Polres Bangli.

“Saya lihat kerumunan massa luar biasa banyak. Sekitar 3 ribu,” sebutnya.

Selain berjubel, tegas Suwardana, banyak tidak menggunakan masker. Di masa pandemi Covid-19, semua orang wajib taat prokes. Memang diakuinya, kasus Covid-19 sudah melandai di Bangli, tetapi jika itu dibiarkan khawatir  melonjak lagi. Dari sekian penonton, banyak dari luar Bangli, seperti Denpasar, Klungkung, Gianyar, bahkan ada dari Jembrana. Mereka datang khusus menonton grup musik kesukaannya.

“Saya ngeri melihat kerumunan massa. Takut ada ledakan (peningkatan kasus Covid) dan tracking habis acara di Bangli, kami lagi disalahin,” tegasnya lagi.

Sehari sebelum acara, lanjut Suwardana, pihaknya bersama kapolres sudah sempat memastikan rundown acara ke Pemkab Bangli, termasuk kemungkinan jumlah orang yang hadir. Informasinya tidak sampai 1.000 orang, tapi ternyata yang hadir ribuan.

Pihak event organizer (EO), Rise of  Bangli  Management dalam pernyataan tertulis menyampaikan bahwa event itu sudah mendapatkan izin dari Polres Bangli. Acara  boleh  dilaksanakan  pada   Rabu (12/1) sampai   Minggu  (16/1) mulai  15.00-  22.00  dengan  kapasitas  undangan  750  orang atau separo dari   daya  tampung  lokasi yang diperkirakan sekitar 1.500  orang, dan  dengan  tetap  menerapkan  prokes yang ketat.

Tetapi   dalam  perjalanannya, event menemukan  banyak  kendala,   di antaranya  hujan yang menyebabkan persiapan terganggu. Kemudian  jumlah  penonton  yang  membeludak  di luar  prediksi.

Jumlah penonton  melebihi  kapasitas  daya  tampung  yang  sudah  ditentukan  oleh pohak Polres Bangli.

“Dengan  berat  hati  acara  konser  dalam  rangka  launching alun-alun Kota Bangli harus dihentikan oleh pihak Kepolisian Resort Bangli,” demikian keterangan tertulis Rise of Bangli Manajemen yang ditandatangani I Wayan Wahyu Pramana sebagai ketua dan I Gede Bawa Artana selaku sekretaris. (wan) Editor : I Putu Suyatra
#bali #konser dibubarkan #bangli #pembukaan alun alun bangli