Wartawan koran ini pun mencoba mengunjungi pasar rakyat termegah di Bali itu. Saat memasuki areal pasar, kita pun diarahkan memarkirkan kendaraan ke basement. Pembayaran karcis parkir pun masih dilakukan secara manual oleh juru parkir yakni Rp 1.000 untuk sepeda motor.
Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung bisa menggunakan tangga manual dan lift untuk masuk ke dalam pasar. Berdasarkan pantauan di lapangan, fasilitas canggih seperti eskalator dan lift nampak berfungsi dengan baik.
Namun pasar tersebut memang masih sepi, dimana para pedagang sebagian besar masih mempersiapkan barang dagangannya. Selain itu para pedagang juga terlihat latihan menggunakan lift dan eskalator.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengungkapkan jika aktifitas jual-beli di hari pertama memang masih sepi. Ditambahkannya jika pihaknya heran karena ada pedagang yang belum berjualan. "Padahal, hari ini merupakan hari terbaik untuk memulai berjualan, tapi beberapa dari mereka masih ada yang mempersiapkan dagangannya," ungkapnya.
Selain itu, beberapa pedagang juga masih membandel, dengan berjualan di luar Pasar Rakyat Gianyar. Sehingga harus ditertibkan oleh Satpol PP Gianyar.
Ia pun berharap agar para pedagang yang memiliki jatah lapak di Pasar Rakyat Gianyar segera menempati. Karena jika semua pedagang berjualan disana, maka dipastikan para pembeli juga akan datang sehingga pedagang tidak perlu takut dagangannya sepi. "Karena jika semua pedagang kembali berjalan bersama-sama di Pasar Rakyat Gianyar, pembeli pasti akan datang ke sana dan Pasar Rakyat Gianyar akan ramai lagi seperti dulu," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana