Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar ‘Nyomia Gering Agung’ Lewat Lomba Ogoh-ogoh

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 10 Februari 2022 | 19:58 WIB
Manggala Utama Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar Pande Made Widia. (ISTIMEWA)
Manggala Utama Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar Pande Made Widia. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Meskipun pemuda diimbau untuk tidak melakukan pengarakan ogoh-ogoh akibat kasus Covid-19 yang melonjak, lomba ogoh-ogoh se-Kabupaten Gianyar yang digelar  Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati. Lomba tersebut diharapkan dapat mengobati kerinduan pemuda Gianyar terhadap pembuatan ogoh-ogoh yang tertunda hampir 2 tahun akibat pandemi Covid-12. Lomba itu pun digelar dengan aturan dan prokes ketat.

 

Manggala Utama Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar Pande Made Widia menjelaskan bahwa lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Gianyar digelar untuk mengapresiasi ogoh-ogoh yang telah dibuat tahun lalu maupun yang baru dibuat tahun ini. Fungsinya untuk meningkatkan kreatifitas di masa pandemi ini, karena kebijakan-kebijakan di masa pandemi ini membuat semua kegiatan kreatifitas pemuda mati. "Lomba ini dibuat untuk mengapresiasi kreatifitas pemuda dan mengobati kerinduan pemuda, " ucapnya Kamis (10/2).

 

Menurutnya Widia, dikeluarnya SE Gubernur dan MDA tentang aturan pembuatan ogoh-ogoh memang menjadi obat kerinduan pemuda, tentunya dengan aturan prokes yang ketat. Maka dari itu Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar menyelenggarakan lomba ini untuk mengapresiasi pemuda dalam membuat ogoh-ogoh. Lombanya dilakukan dengan sistem penilaian langsung ditempat sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Dan peserta dapat mendaftarkan diri melalui google form yang sudah dikirim ke masing-masing kecamatan. "Penilaian lomba ogoh-ogoh dilakukan secara langsung ditempat dan bagi peserta yang mengikuti bisa mendaftarkan diri ke google form, " tambahnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika melonjaknya kasus Covid-19 membuat pemerintah kembali mengeluarkan aturan baru terkait pembuatan ogoh-ogoh yakni tidak boleh diarak. Dan hal itu pun membuat banyak pemuda kecewa. Namun pihaknya berharap lomba ogoh-ogoh di Gianyar ini bisa mengurangi kekecewaan para pemuda tersebut.

 

Adapun kriteria dalam lomba ogoh-ogoh yakni setiap ogoh-ogoh berisi sinopsis cerita (diketik), bahan yang digunakan organik ramah lingkungan, peserta lomba adalah yowana banjar adat di wilayah kabupaten Gianyar, tidak diperkenankan menggunakan konsep dan tema dewa, panca pandawa, serta sejenisnya yang melambangkan kebaikan. Disarankan menggunakan konsep kala, raksasa, sejenisnya yang berkaitan dengan konsep nyomiang buta pada tawur kesanga sesuai dengan tema lomba 'Nyomia Gering Agung'. Terakhir tidak diperkenankan mengandung unsur politik, sara, dan pornografi. "Lomba dimulai sejak tanggal 18 Februari sampai tanggal 7 Maret 2022 nanti. Penilaian dilakukan tanggal 22-28 Februari, dan pemenang akan diumumkan tanggal 1 Maret untuk tingkat kecamatan dan kabupaten, lalu tanggal 7 Maret untuk juara favorit. Seluruh pemenang juga akan diumumkan melalui medsos," bebernya.

 

Pemenang akan dipilih dalam 3 kategori lomba yakni tingkat kecamatan, kabupaten, dan lomba favorit, untuk unsur penilaian lomba terdiri dari sinopsis, anatomi, inovasi dan kreatifitas serta keserasian. Pemenang akan mendapatkan uang tunai dan piagam penghargaan."Pemenang akan dipilih dalam 3 kategori dan bagi pemenang akan mendapatkan uang tunai beserta piagam," pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#lomba ogoh-ogoh #nyepi #obati rindu pemuda #pasikian yowana gianyar #tidak diarak