Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

45 Karung Sampah Dikumpulkan Pasca Melasti di Pantai Saba

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 18 Maret 2022 | 21:04 WIB
BERSIH SAMPAH : Sejumlah orang tengah membersihkan samlah sepanjang Pantai Pering dan Pantai Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat (18/3). (ISTIMEWA)
BERSIH SAMPAH : Sejumlah orang tengah membersihkan samlah sepanjang Pantai Pering dan Pantai Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat (18/3). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Pesisir pantai Saba mendadak dipenuhi sampah pasca digelarnya upacara Melasti yang diikuti krama Desa Adat se-Blahbatuh Tua, Kamis (17/3). Namun sampah-sampah itu tak dibiarkan lama karena langsung dibersihkan relawan Trash Hero Bali bersama perangkat Desa Saba. Namun banyaknya sampah membuat pembersihan dilanjutkan Jumat (18/3) bersama sejumlah instansi.

Instansi tersebut diantaranya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Satpolair Polres Gianyar, Rutan Kelas IIB Gianyar, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Lapas Narkotika Bangli, serta Perbekel Desa Saba.

Ketua Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara menjelaskan bahwa, setelah Melasti usai pihaknya sudah melakukan pembersihan sampah di pesisir pantai ini sejak Kamis (17/3) yang dilakukan bersama Pemerintahan Desa Saba. "Tapi karena sampah terlalu banyak dan didominasi sampah plastik, maka pembersihan butuh waktu tambahan. Ya setidaknya kita berhasil menghalau sampah hanyut ke laut," ujarnya.

Ia menyebutkan, jika ada sekitar 45 karung sampah yang didapatkan dan didominasi oleh sampah plastik. Atas kondisi tersebut, pihaknya pun berharap, agar masyarakat semakin sadar akan bahaya sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan. "Jadi kami harapkan setiap acara seperti ini setiap desa adat bisa mengantisipasi sampah-sampah yang akan timbul, saah satunya dengan menyediakan karung, sehingga sehabis upacara sampah tidak berserakan," tandasnya.

Sementara itu Camat Blahbatuh, Wayan Gede Eka mengatakan jika pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menggandeng Trash Hero dan perangkat desa setempat. Hanya saja pihaknya merasa 'ewuh pakewuh' saat memungut sisa piranti persembahyangan usai melasti. "Rasanya tidak enak kalau habis dihaturkan, langsung kita pungut. Makanya begitu krama pulang saat itulah kita bersihkan. Sudah dari kemarin bersih-bersih," tegasnya.

Kedepan, pihaknyaakan lebih menggiatkan edukasi tentang penggunaan, terutama plastik sekali pakai, supaya hal ini tak terulang lagi. "Kemarin juga sebenarnya sudaj kita imbau agar tidak membuang sampah sembarangan dan menyiapkan petugas kebersihan," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#Trash hero #gianyar #Usai melasti #pantai saba #Krama blahbatuh #Bersih sampah