Instansi tersebut diantaranya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Satpolair Polres Gianyar, Rutan Kelas IIB Gianyar, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Lapas Narkotika Bangli, serta Perbekel Desa Saba.
Ketua Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara menjelaskan bahwa, setelah Melasti usai pihaknya sudah melakukan pembersihan sampah di pesisir pantai ini sejak Kamis (17/3) yang dilakukan bersama Pemerintahan Desa Saba. "Tapi karena sampah terlalu banyak dan didominasi sampah plastik, maka pembersihan butuh waktu tambahan. Ya setidaknya kita berhasil menghalau sampah hanyut ke laut," ujarnya.
Ia menyebutkan, jika ada sekitar 45 karung sampah yang didapatkan dan didominasi oleh sampah plastik. Atas kondisi tersebut, pihaknya pun berharap, agar masyarakat semakin sadar akan bahaya sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan. "Jadi kami harapkan setiap acara seperti ini setiap desa adat bisa mengantisipasi sampah-sampah yang akan timbul, saah satunya dengan menyediakan karung, sehingga sehabis upacara sampah tidak berserakan," tandasnya.
Sementara itu Camat Blahbatuh, Wayan Gede Eka mengatakan jika pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menggandeng Trash Hero dan perangkat desa setempat. Hanya saja pihaknya merasa 'ewuh pakewuh' saat memungut sisa piranti persembahyangan usai melasti. "Rasanya tidak enak kalau habis dihaturkan, langsung kita pungut. Makanya begitu krama pulang saat itulah kita bersihkan. Sudah dari kemarin bersih-bersih," tegasnya.
Kedepan, pihaknyaakan lebih menggiatkan edukasi tentang penggunaan, terutama plastik sekali pakai, supaya hal ini tak terulang lagi. "Kemarin juga sebenarnya sudaj kita imbau agar tidak membuang sampah sembarangan dan menyiapkan petugas kebersihan," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana