Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mimih! Tak Terawat, Taman Puspem Tegallalang Dipenuhi Semak

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 24 Maret 2022 | 21:03 WIB
MEMPRIHATINKAN : Kondisi taman Puspem Tegallalang yang dipenuhi semak dan tak terawat. (ISTIMEWA)
MEMPRIHATINKAN : Kondisi taman Puspem Tegallalang yang dipenuhi semak dan tak terawat. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Taman yang baru ditata setahun yang lalu di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kacamatan Tegallalang saat ini kondisinya justru membuat kawasan itu terlihat kumuh. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tampilan Puspem Payangan yang megah dengan tamannya yang asri. Padahal kawasan tersebut termasuk pintu masuk menuju objek wisata Ceking.

 

 

 

Kawasan tersebut nampak sangat kumuh sebab tanaman hias yang ditanam untuk mempercantik taman justru berisi semak-semak yang bahkan cukup tinggi. Kondisi ini  menuai sorotan, salah satunya disampaikan oleh salah seorang warga, I Wayan Pasek. “Yang namanya taman kan untuk membuat keindahan, tapi sekarang justru tidak terawat dan bikin pemandangan tidak elok,” ujarnya Kamis (24/3).

 

Padahal lokasi taman di Jalan Raya Tegallalang, atau diseberang perkantoran Camat, Puskesmas serta Koramil Tegalalang itu sangat strategis. Namun justru tidak terawat. Sepengetahuannya, sejak dibangun sekitar setahun yang lalu, hanya sempat dilakukan sekali pemotongan. “Setelah itu tidak pernah lagi ada perawatan. Semestinya petugasnya punya inisiatif, karena sayang kalau anggaran dijadikan anggaran,” sambungnya.

 

Ia pun meminta pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi tersebut, bukan hanya memprioritaskan penataan taman yang ada di tengah kota saja. Karena meskipun ada di kecamatan, taman-taman yang ada juga tetap mencerminkan daerah tersebut.

 

Terkait kondisi tersebut, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra tidak menampiknya. Dirinya mengatakan jika sudah menerima laporan terkait  kondisi sejumlah taman yang ada di kecamatan dan pedesaan sudah diterimanya. Pihaknya pun sudah melakukan evaluasi dengan meminta penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup. “Dan konsep pemeliharaannya itu adalah masing-masing desa, dan keberadaan taman-taman ini merupapak hibah pariwisata yang dibangun di sejumlah Desa Wisata,” ungkapnya.

 

Sedangkan dalam perawatannya akan dianggarkan dari APBDes.  Sehingga dirinya mengaku sudah sering meminta Perbekel untuk memperhatikan hal tersebut. “Kami sudah turunkan surat edarannya. Tidak mungkin kita bebankan APBD yang sangat terbatas, kita bebankan lagi  untuk perawatan taman-taman yang ada di desa-desa dan di kecamatan,” pungkas Mahayastra. Editor : I Dewa Gede Rastana
#tak terawat #taman tak tertata #semak #gianyar #taman puspem tegallalang #kumuh