Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Video Perlihatkan Kondom di Pura Viral, Perbekel Ngaku Kaget

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 29 April 2022 | 18:11 WIB
VIRAL : Tangkapan layar video yang viral di media sosial. (ISTIMEWA)
VIRAL : Tangkapan layar video yang viral di media sosial. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Jagad maya dibuat heboh dengan sebuah video yang menunjukkan seseorang memegang alat kontrasepsi (kondom) didalam kerumunan orang berpakaian adat Bali dengan tulisan 'Ngalih lonte'. Tak pelak video tersebut memancing emosi warganet karena dinilai telah melecehkan adat, budaya bahkan Agama.

 

Belakangan diketahui jika video tersebut direkam oleh seorang pemuda di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Setelah diketahui identitasnya, pemuda tersebut kemudian diminta datang ke Kantor Desa Bedulu untuk melakukan klarifikasi.

 

Perbekel Desa Bedulu I Putu Ariawan mengaku terkejut saat melihat video tersebut ketika membuka Facebook. Kemudian salah satu warganya juga melapor kepadanya melalui WhatsApp tentang video tersebut. Dimana diduga video itu dibuat saat pementasan Calonarang di Pura Samuan Tiga tiga hari yang lalu. “Jadi saya sendiri merasa kaget. Dan ternyata identitas orang menyatakan akan datang kesini (Kantor Desa Bedulu) untuk memberikan klarifikasi,” ujarnya Jumat (29/4).

 

Sayangnya pemuda pemilik video yang disebut-sebut berasal dari Tabanan itu hingga pukul 10.00 WITA tak kelihatan batang hidungnya. “Pagi tadi ada video lagi yang isinya klarifikasi dari yang bersangkutan dan beredar di medsos. Tapi kami ingin tidak sekedar permintaan maaf saja, kami ingin ada efek jera,” tegasnya.

 

Terutama bagi anak-anak muda yang ingin viral dengan menghalalkan segala konten. Padahal apa yang dilakukan dalam video tersebut telah membuat kegaduhan bahkan melukai perasaan masyarakat, tidak hanya warga Desa Bedulu yang notabene merupakan pengemong Pura Samuan Tiga, namun juga umat Hindu yang ada di Bali. “Kita ingin yang bersangkutan memahami bahwa ini tidak boleh dijadikan ajang main-main. Kami ingin memberikan pembelajaran. Pura Samuan Tiga ini disungsung oleh 5 Desa Adat dan 12 Banjar Adat, dan kami sangat menyayangkan hal ini,” sambungnya.

 

Terlebih, Karya yang saat ini tengah berlangsung di Pura Samuan Tiga merupakan karya suci yang persiapannya bahkan telah dilakukan sejak 1,5 bulan yang lalu. “Kalau seperti ini karya yang kami gelar Ngerered. Karya ini untuk Ngrastiti Jagat, bukan semata-mata untuk kepentingan kami, tapi untuk seluruh umat,” lanjut Ariawan.

 

Atas hal tersebut, pihaknya pun berharap yang bersangkutan dapat memberikan klarifikasi secara langsung dan mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya baik secara sekala maupun niskala.  Namun jika yang bersangkutan tidak memiliki itikad baik, maka bukan tidak mungkin jika pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. “Karena disitu kan ada penistaan,” sebutnya.

 

Kendatipun demikian, ia mengatakan jika sejauh ini belum ada sanksi adat yang disiapkan untuk pemuda tersebut. Namun pemuda tersebut bisa saja diminta untuk menghaturkan Guru Piduka di Pura Dalem Puri dan Pura Samuan Tiga, karena Pura Dalem Puri adalah bagian dari Pura Samuan Tiga. “Benda itu (kondom) kan merupakan alat yang tidak wajar untuk ditunjukkan di area pura yang suci,” tandasnya.

 

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, video klarifikasi yang dibuat oleh pemuda tersebut juga mulai viral di media sosial. Dalam video tersebut, pemuda itu mengaku tidak berniat membuat konten tersebut dan menyebut jika kondom itu dibawa oleh temannya. Pemuda itu mengaku tidak menyangka jika kontennya akan menjadi seperti saat ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya sambil menangis. Editor : I Dewa Gede Rastana
#Pura Samuan Tiga #pementasan calonarang #perlihatkan kondom #gianyar #perbekel bedulu #video viral