Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika seorang dua orang setempat yakni I Ketut Kantor dan I Wayan Lampyong melintas di TKP. Mereka melihat seorang wanita duduk dengan tangan dan kaki terikat di tegalan tepatnya didekat Beji Pura Puseh Nyitdah. Mulutnya juga diikat dengan kain dan wanita tersebut menangis. Atas kondisi tersebut, warga kemudian melapor kepada Perbekel Desa Nyitdah yang diteruskan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Nyitdah.
Aparat yang datang kemudian melepaskan ikatan korban dan setelah diinterogasi diketahui jika korban berinisial Ayu TP, 18, asal Banjar Batanpoh, Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan yang sudah menikah ke Banjar Mengening, Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan. Menurut keterangan korban, ia diikat oleh Gede Amo, 28, asal Buleleng bersama dua orang rekannya dan nyaris menjadi korban pemerkosaan.
Peristiwa itu bermula ketika pada hari Sabtu (30/4) sekitar pukul 18.00 WITA korban mencari buah pepaya untuk dijadikan sayur. Namun tiba-tiba pelaku bersama dua orang temannya datang dan membekap korban lalu membawa korban masuk ke dalam mobil. Korban kemudian diikat mulutnya menggunakan kain putih, tangannya diikat menggunakan tali rapia dan kakinya diikat dengan tali sapi.
Korban selanjutnya dibawa ke sebelah Taman Ayun Mengwi. Disana korban dipaksa untuk melakukan hubungan badan namun korban menolak sehingga korban dipukul menggunakan botol bir dan dicekek. Karena korban tetap menolak dan memberikan perlawanan, pelaku pun menyerah sehingga pada hari Minggu (1/5) sekitar pukul 03.00 WITA korban diturunkan dalam keadaan kaki dan tangan terikat serta kain putih untuk menutup mulut korban di dekat Beji Puseh Desa Nyitdah.
Selama 1 hari korban tidak ada yang menemukan, sampai akhirnya Senin (2/5) korban ditemukan oleh warga.
Kapolsek Kediri, Kompol I Kadek Ardika membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi serta korban setelah menerima laporan dari warga. "Korban ditemukan dalam kondisi syok berat dan ada memar dibagian kepalanya,” tegasnya.
Ditambahkannya jika pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa kain putih yang digunakan untuk membekap mulut korban, tali rapia hitam untuk mengikat tangan korban dan tali sapi biru untuk mengikat kaki korban. "Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Korban juga sudah sudah dibawa ke RS Nyitdah untuk dilakukan visum," tandasnya.
Editor : I Dewa Gede Rastana