Di Forum GPDRR Gubernur Koster Sebut Bali Ada ‘Kulkul’ Jadi Sirine Bencana

I Komang Gede Doktrinaya • Dipublikasikan Rabu, 25 Mei 2022 | 12:08 WIB
PENGHARGAAN :  Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan berupa Certificate of Comitment to Disaster Risk Reduction and Resilience saat acara Global Platform for Disaster Risk and Reduction (GPDRR) 2022 di Bali International Convention Center, Nusa
PENGHARGAAN : Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan berupa Certificate of Comitment to Disaster Risk Reduction and Resilience saat acara Global Platform for Disaster Risk and Reduction (GPDRR) 2022 di Bali International Convention Center, Nusa
DENPASAR, BALI EXPRESS - Special Representative of the UN Secretary – General for Disaster Risk Reduction, Co-chair MCR 2030, Mami Mitzutori memberikan Gubernur Bali Wayan Koster penghargaan berupa Certificate of Comitment to Disaster Risk Reduction and Resilience.

Penghargaan diberikan kepada Gubernur Koster dalam acara Local Leaders Forum Towards Inclusive, Safe, Resilient and Sustainable Cities serangkaian penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk and Reduction (GPDRR) 2022 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Senin (23/5).

Gubernur Bali jebolan ITB ini menyampaikan bahwasannya Bali secara kondisi geologis terdapat gunung berapi yang aktif. Yaitu Gunung Agung dan Gunung Batur yang terletak di antara dua patahan, sehingga berpotensi terhadap bencana gempa bumi.

“Bali juga terdapat sekitar 14 jenis potensi bencana, diantaranya seperti banjir bandang, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran hutan dan lahan. Likuefaksi, tanah longsor serta pandemi Covid 19," paparnya.

Atas kondisi tersebut, Gubernur Koster menjalankan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir Joko Widodo terkait pengurangan risiko bencana. Dengan melaksanakan setiap daerah melakukan perencanaan pembangunan yang harus berlandaskan aspek - aspek pengurangan bencana.

Melakukan pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar yang dikoordinasikan oleh Kepala BNPB. Serta melakukan edukasi kebencanaan, terutama di daerah rawan bencana dan melakukan simulasi latihan kebencanaan secara berkala dan berkesinambungan.

Pada kesempatan itu, Wayan Koster juga memaparkan siklus manajemen bencana yang dilakukan. Mulai melalui pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini, tanggap darurat, bantuan darurat, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Gubernur Wayan Koster mengeluarkan kebijakan di Pemerintah Provinsi Bali yang dilakukan dengan melaksanakan visi pembangunan daerah Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Semua itu mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia.

Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali di dalam pengurangan risiko bencana, juga dilakukan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali dilandasi nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Yaitu enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, yang terdiri atas Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih.

Gubernur Koster juga menyampaikan Pulau Dewata juga menerapkan kearifan lokal di dalam penanggulangan bencana berupa ‘Kulkul’, sirine tradisional Bali dan dilengkapi oleh Satgas gotong royong Desa Adat penanganan Covid-19. Agar pengurangan risiko bencana di Bali berjalan dengan tata kelola yang baik.

Hal itu membuat Gubernur Bali menetapkan Hari Simulasi Bencana setiap tanggal 26 setiap bulan. Dan, sejak tahun 2014 di Bali telah melaksanakan sertifikasi kesiapsiagaan bencana dunia usaha di 64 dunia usaha (Hotel, Restoran, Rumah Sakit, dan Museum). Kemudian diakhir tahun 2021, telah dilaksanakan uji petik lapangan terhadap 16 dunia usaha dan penyerahan sertifikat di tahun 2022.

 
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
Forum GPDRR Bali Punya ‘Kulkul’ Gubernur Bali Wayan Koster Sirine Bencana