Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SMA Negeri Bali Mandara (2) : Ini Kisah Pahit Getir Jadi Siswa Pertama

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 31 Mei 2022 | 15:32 WIB
ASRI : Suasana sekolah SMA Bali Mandara saat ini yang asri penuh pohon rindang. dian suryantini/Bali Express
ASRI : Suasana sekolah SMA Bali Mandara saat ini yang asri penuh pohon rindang. dian suryantini/Bali Express
SINGARAJA, BALI EXPRESS - SMA Negeri Bali Mandara Kubutambahan, Buleleng yang dibuat untuk anak miskin ini, butuh perjalanan dan perjuangan panjang hingga membuahkan hasil. Nama SMA Negeri Bali Mandara akhirnya mencuat karena mampu mendulang prestasi di kancah nasional, bahkan internasional.

SMA Negeri Bali Mandara dirancang tahun 2009 silam. Lahan seluas 10 hektare milik Pemerintah Provinsi Bali itu pun didapuk menjadi lokasi pendidikan. Konon tempat tersebut adalah Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). Namun sekolah tersebut tidak lagi berfungsi. Hanya ada satu bangunan dengan atap yang rusak. Bertahun-tahun lahan tersebut kosong hingga dipenuhi semak belukar dan tumbuhan merambat lainnya. Bisa dikatakan laksana hutan dekat desa.

Bangunan satu-satunya yang teronggok di tengah-tengah lahan itu kerap digunakan sebagai benteng untuk latihan para tentara TNI. "Dahulu ini hutan. Jujur saya sendiri juga takut masuk kesini saat itu. Karena pernah diajak memantau ke sini tahun 2009," terang Kepala SMA Negeri Bali Mandara, I Nyoman Darta.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Darta menjabat sebagai kepala sekolah. Namun ia belum menerima SK. Sementara, ia saat itu juga masih berstatus sebagai Kepala SMA Negeri 1 Singaraja. Mulailah ia menerima siswa.

Lagi-lagi seleksi dilakukan langsung oleh Putera Sampoerna Foundation. Sebab pihak yayasan dan Pemprov Bali saat itu telah menjalin nota kesepahaman.

Secara garis besar dalam kesepakatan tersebut menyebutkan pihak yayasan berkewajiban menyiapkan biaya operasional sekolah seperti makan dan minum, buku-buku, alat-alat laboratorium, pakaian seragam siswa, biaya kegiatan non akademik dan gaji guru serta pegawai.

Sedangkan Pemerintah Provinsi Bali berkewajiban menyiapkan kebutuhan fisik sekolah seperti jalan, bangunan dan fasilitas pendukung lainnya.

Kondisi sulit itu pun dihadapi Darta serta guru hingga siswa. Situasi asrama serta tempat belajar yang minim membuat keadaaan sekolah begitu berat. Tantangan ini dilalui selama tiga bulan. Selama itu siswa yang berjumlah 75 orang tersebut terpaksa harus tidur di bangunan rusak.

Sementara ruangan tersebut disekat menggunakan almari untuk memisahkan ruang tidur antara putra dan putri. Sedangkan guru-guru yang bertugas mengawasi siswa tidur di ruang yang sama secara bergiliran.

Tak hanya itu, selain bangunan yang difungsikan sebagai asrama sementara, juga terdapat satu kamar mandi saja. Kamar mandi itu tidak memiliki pintu. Untungnya akses air bersih dan listrik tersedia. Karena fasilitas kamar mandi yang tidak memadai membuat siswa harus bangun pada pukul 02.00 Wita.

"Keadaan itu sangat sulit menurut saya. Siswa mandi bergiliran dari jam 2 pagi. Satunya mandi satunya lagi pegang triplek untuk menutupi," kenangnya.

Kehidupan siswa angkatan pertama penuh tantangan. Masa sekolah sudah harus dimulai. Sementara ruang kelas belum dimiliki oleh SMA Negeri Bali Mandara. Di sisi lain pihak sekolah haus bertanggung jawab untuk melakukan proses belajar mengajar.

Para guru pun berinisiatif untuk menciptakan suasana belajar yang berbeda. Para siswa diajak belajar di alam bebas. “Belajarnya di bawah pohon,” imbuhnya.

Rasa percaya diri muncul untuk membakar semangat belajar, hingga akhirnya banyak lulusan yang diterima kampus ternama di Indonesia. Sejumlah lulusan berhasil menempuh pendidikan di PTN/PTS terkenal. Bahkan sampai ke luar negeri.

"Alumni kami ada di Akpol, Militer, Kedokteran dan yang lainnya. Yang bekerja selain jadi PNS juga banyak. Ada yang di kementrian, bea cukai, jadi tentara, jadi polisi, jadi analis, di BPK juga ada, dan masih banyak lagi. Kami pun tidak menyangka siswa kami bisa melangkah sejauh itu," tuturnya. (bersambung/art)

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Ini Kisah Pahit Getir Siswa Pertama #I Nyoman Darta #Kepala SMA Negeri Bali Mandara #SMA Negeri Bali Mandara (2)