Kegiatan yang dilaksanakan di RKG SMAN 1 Seririt ini diikuti oleh puluhan guru Bahasa Bali dan dibuka oleh Ketua MKPS Disdikpora Provinsi Bali Putu Arimbawa, pada Rabu (6/7) tadi pagi.
Ketua MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng I Kadek Mustika, menjelaskan pengimbasan dilakukan karena MGMP memiliki kewajiban memfasilitasi para guru agar Implementasi Kurikulum Mereka berjalan dengan lancar.
“Kegiatan pengimbasan ini kami laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kami di MGMP dalam memastikan penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Bali agar dapat berjalan dengan baik”, ungkapnya.
Sementara itu, Putu Arimbawa mengatakan Guru Bahasa Bali diharapkan menjadi garda terdepan dalam penggunaan bahasa Bali sehingga mampu menjadi contoh di masyarakat. Menurutnya, penyusunan perangkat pembelajaran harus mengacu pada Permendikbud Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses.
Pembelajaran yang dirancang harus dipastikan bersifat kontekstual sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengimbasan yang sudah dilakukan oleh MGMP Bahasa Bali dan semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru Bahasa Bali terkait Implementasi Kurikulum Merdeka sehingga pada akhirnya dapat menyusun perangkat dan melaksanakan pembelajaran dengan baik sesuai paradigma yang baru”, tandasnya.
Sementara itu, Narasumber I Gusti Bagus Weda Sanjaya, memaparkan tujuan yang sudah dirumuskan dari Capaian Pembelajaran (CP) nantinya dibuatkan alur tujuan pembelajaran (ATP) sesuai dengan karakteristik tujuan tersebut seperti tingkat kesulitan, dan gradasi yang lain. “Guru langsung bisa praktik menyusun TP dan ATP apakah dengan memodifikasi yang sudah ada atau membuat yang baru,” singkatnya.
Di sisi lain, narasumber Luh Putu Novyta Handayani tidak ketinggalan menyampaikan format modul ajar secara umum. Terdiri atas identitas/informasi awal, kompetensi Inti, dan lampiran. Harus dipastikan ada tujuan pembelajaran, kegiatan, dan penilaian. “Dalam penilaian, guru juga dituntut untuk merancang penilaian mencakup penilaian diagnostik, formatif, dan sumatif,” pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana