Peristiwa naas itu terjadi Selasa (11/7), sekitar pukul 20.00. Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi yang dikonfirmasi pun membenarkan. Dijelaskannya, kejadian bermula ketika korban mengendarai motor honda Beat berplat DK 2429 OY dari timur ke barat. Dari arah yang sama melintas bus Trans Metro Dewata bernopol DK 7466 AG.
"Jadi motor korban dan bus berbarengan, motor posisinya di sebelah kanan bus," tuturnya, Rabu (13/7). Sesampainya di persimpangan, mereka sempat berhenti karena traffic light (TL) menyala merah. Kemudian bus dan motor melaju berbarengan kala TL sudah hijau. Namun, Abdul diduga tancap gas dengan kencang.
Bahkan tanpa memperhatikan adanya kendaraan di sisi kanan, bus langsung memotong berbelok ke utara. Sehingga, kendaraan besar itu menabrak motor David. Pria asal Manado, Sulawesi Utara itu pun terkapar dengan luka di wajah dan cedera kepala berat. Pengendara lain yang melintas sontak dibuat heboh dan coba menolong.
"Korban saat itu sama sekali tidak ada respon baik suara atau gerakan alias tidak sadar," ujarnya. Warga lantas menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan polisi. Tak berselang lama petugas tiba untuk memeriksa fisik dan tanda-tanda vital David.
Sayangnya hasil pemeriksaan yakni nadi karotis tidak teraba, pupil midriasis maksimal, saturasi tidak terbaca, serta nafas tidak ada, yang menunjukan pria itu telah meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Jenazah David dibawa menuju RSUP Sanglah guna proses lebih lanjut.
Atas insiden tersebut, Abdul diamankan ke Mapolresta Denpasar oleh Satuan Lalu Lintas untuk dimintai keterangan. Pria yang tinggal di Jalan Kebo Iwa Selatan, Denpasar ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya