Kendalikan Banjir, Waduk Muara Nusa Dua Direhabilitasi

I Komang Gede Doktrinaya • Dipublikasikan Kamis, 14 Juli 2022 | 15:48 WIB
REHABILITASI: Proses pengerukan sedimentasi di Waduk Muara Nusa Dua. Ist
REHABILITASI: Proses pengerukan sedimentasi di Waduk Muara Nusa Dua. Ist
BADUNG, BALI EXPRES — Waduk Muara Nusa Dua atau yang sering disebut Dam Estuari kembali direhabilitasi. Penataan waduk yang berada di kawasan Suwung ini, ditujukan untuk mengendalikan sedimentasi dari lumpur dan sampah, serta banjir Tukad Badung.

Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bendungan BWS Bali-Penida I Komang Gde Putera menyatakan, laju sedimentasi dan sampah di kawasan waduk muara yang merupakan hilirnya Tukad Badung sangat tinggi. Sehingga perlu dilakukan langkah rehabilitasi sebagai upaya pelestarian lingkungan. Terlebih kawasan tersebut juga dimanfaatkan PDAM Kabupaten Badung sebagai sumber air baku untuk wilayah Kuta, Tanjung Benoa, Nusa Dua dan sekitarnya.

“Di samping hal tersebut, diharapkan dengan terbangunnya Waduk Muara Nusa Dua, dapat berfungsi sebagai pengendali banjir Tukad Badung, sebagai pengendali sedimen lumpur dan sampah, agar tidak merusak kawasan mangrove, serta upaya pelestarian lingkungan,” ujar Gde Putera saat dikonfirmasi, Rabu (13/7).

Menurutnya, rehabilitasi telah dimulai sejak 30 Maret 2022 yang ditargetkan rampung akhir Agustus. Proyek dengan sumber dana dari APBN ini, memiliki nilai kontrak Rp 42.411.991.000.

“Pengerjaan yang dilakukan meliputi, pelaksanaan pekerjaan saluran pengarah baru sepanjang 140 meter dengan lebar 15 meter. Kemudian pengerjaan bendung karet, yakni penggantian bendung karet eksisting sebanyak dua unit. Pengerjaan jembatan, pekerjaan modifikasi bar screen atau trashrack, dan pekerjaan hidrolik rotary screen yang berfungsi untuk pengambilan sampah,” jelasnya.

Penataan Waduk Muara Nusa Dua sejatinya juga sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya. Saat itu dilakukan penambahan trashrack, akibat kondisi sampah di muara yang sangat banyak.

“Pembangunan ini dilakukan karena ada saluran baru sebagai sarana lalu lintas pengambilan sampah di trash rack,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga pekerjaan bendung gerak untuk mengatur ketinggian air, termasuk juga pekerjaan gedung pameran. Gedung tersebut difungsikan semacam gardu pandang untuk melihat dari sisi atas gedung waduk. Gedung tersebut juga akan digunakan sebagai ruang presentasi dan edukasi.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
Waduk Muara Nusa Dua Direhabilitasi Dam Estuari Kendalikan Banjir