Dirgayusa menyebutkan, ada sebanyak 102 aduan ditujukan ke PLN. Di antaranya terkait listrik padam, kabel jatuh, token listrik dan lainnya. Katanya, semuanya sudah tertangani. “Iya, sudah semua tertangani,” ujar Dirgayusa.
Selain PLN, pengaduan terbanyak kedua ditujukan ke Dinas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Yaitu sebanyak 62 aduan. Disusul Dinas Perhubungan, pelayanan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, dan sejumlah instansi lainnya.
Dirgayusa menyampaikan, dari ratusan aduan yang masuk ke grup Facebook (FB), call center, Whatsapp (WA) dan website yang telah disediakan pemerintah, masih ada 14 tidak tertangani. Tiga di antaranya karena pengadu tanpa identitas. Pihaknya pun mengingatkan agar pengadu menyertakan identitas yang jelas. Demikian pula objek yang diadukan supaya jelas.
Selain pengadu tidak menyampaikan identitas dengan jelas, sejumlah aduan belum bisa ditangani karena persoalan anggaran. Misalnya yang masuk ke Dinas Pekerjaan Umum. Itu tidak bisa langsung ditangani karena harus dianggarkan terlebih dulu, sehingga perlu proses.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar yang memimpin rapat evaluasi mengingatkan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, semua OPD agar tidak menyisakan aduan. Tiap ada pengaduan agar langsung ditindaklanjuti. Diar juga berharap program ini bisa menjadi pusat informasi dari seluruh kegiatan yang ada di Kabupaten Bangli. (wan)
Editor : I Made Mertawan