Menariknya pengejaran berlangsung dramatis, karena para pelaku kabur ke Jawa dan terus berpindah-pindah. Ternyata ada satu orang lagi yang beraksi bersama keduanya. Pria itu bernama Supangat yang saat ini masih buron.
Wadirreskrimum Polda Bali AKBP Suratno yang memimpin pengungkapan kasus ini menerangkan peristiwa terjadi pada Senin (4/7) sekitar pukul 06.10. Awalnya, karyawati bernama Ni Kadek Ananda Sasrika Dewi datang untuk membuka minimarket tersebut. "Pas rolingdor dibuka yang bersangkutan masih belum curiga karena lampu belum menyala tuturnya," Kamis (4/8).
Ketika sudah berhasil masuk dan menuju meja kasir, didapati area itu berantakan. Wanita ini pun bergegas menyalakan lampu dan menghubungi rekan sejawatnya bernama Elmiyana Mufidah. Tak berselang lama temannya tiba untuk bersama-sama mengecek keseluruhan situasi toko modern tersebut. Namun kedua karyawati ini dibuat kaget bukan kepalang. Lantaran, brankas untuk menyimpan uang telah terbuka.
Tempat rokok juga seperti diobrak-abrik. Bahkan di tembok belakang terdapat lubang menganga. Temuan ini lantas mereka sampaikan ke kepala toko guna melaporkan ke Polsek Kuta Selatan.
Diketahui kerugian yang disebabkan mencapai Rp 44,15 juta. "Kerugian diakumulasikan dari uang tunai yang diambil pelaku sebesar Rp 18,5 juta, serta ratusan rokok senilai Rp 15,7 juta, termasuk kerusakan tembok," tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan aparat, diduga pelakunya merupakan komplotan yang sering bermain dengan modus membobol minimarket di Bali. Ada tiga atau empat tempat kejadian perkara yang sama dan terbaru disebut terjadi di wilayah Gatot Subroto Denpasar. Sehingga Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali turut bergerak. Pihaknya menerima informasi pelaku telah berada di Pulau Jawa.
Maka pada minggu kedua Juli 2022, petugas melakukan penyelidikan ke Banyuwangi, Jawa Timur. Di sana para garong sempat digrebek, tapi berhasil kabur. Kemudian, didapati lagi informasi para pelaku sudah berada di Jakarta pada minggu ketiga. "Disinyalir, mereka sempat melakukan kejahatan serupa di kawasan Jakarta," lanjut Perwira Melati Dua di pundak ini.
Sebelum petugas sempat mengejar ke Jakarta, para pelaku berpindah lagi ke Solo, Jawa Tengah pada minggu ke empat. Sehingga polisi segera menelusuri persembunyian mereka ke daerah tersebut. Tetapi, baru beberapa hari melakukan penyelidikan di sana, maling-maling itu sudah bergeser lagi ke Jawa Timur. Hingga akhirnya dua pelaku, yakni Roy dan Selamet dapat diamankan di sebuah rumah, kawasan Malang, Jumat (29/7).
Sayangnya Supangat berhasil lolos. Dalam upaya tersebut, Roy mencoba melawan dan melarikan diri dari petugas. Maka dari itu dia diberi tindakan tegas terukur berupa tembakan alias didor pada kaki kanannya.
Dari hasil interogasi, pria asal Lampung Timur tersebut diketahui sebagai residivis kasus yang sama. Sementara itu, Antara Roy dan Selamet sudah saling kenal sejak lama karena sama-sama kelahiran Malang.
Lalu, mereka bertemu di kos milik Selamet di kawasan Nusa Dua dan Roy menumpang di sana. Pencurian ini nekat dilakukan karena mencari ongkos untuk pulang kampung. "Mereka mengetahui dikejar polisi, sehingga terus menghindar, tapi si Slamet mengaku balik lagi ke Jawa Timur setelah sempat ke Jakarta dan Jawa Tengah, karena kepikiran orang tuanya, semoga saja mereka menjadi jera," ucapnya.
Tersangka beraksi menggunakan bor, linggis, serta gregaji besi. Baik untuk melubangi tembok atau memotong besi. Adapun hasil curian dibagi masing-masing Rp 8 juta, sisanya untuk membeli motor Honda Vario 150 warna hitam serta berkeliling di Pulau Jawa. Atas perbuatannya, mereka disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya