Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Kamis (1/9) menyebutkan, relokasi ini adalah salah satu bentuk dari aspirasi masyarakat khususnya masyarakat adat Banjar Anyar dan Kediri.
Masyarakat menginginkan kembali dibangunnya patung Wisnu Murti di Simpang Kediri. Dengan bentuk dan desain yang disepakati masyarakat Banjar Anyar dan Kediri. "Pembangunan patung ini, murni sebagai bentuk terwujudnya aspirasi masyarakat Banjar Anyar Kediri yang menginginkan kembali dibangunnya patung Wisnu Murti di Simpang Kediri. Ini sama sekali tidak ada unsur politisnya. Karena kami tidak memiliki kewenangan apapun. Sehingga ini murni sebagai wujud realisasi aspirasi masyarakat," jelasnya.
Dilanjutkan Sanjaya, bersamaam dengan relokasi patung Bung Karno ini, Pemkab Tabanan dalam anggaran 2022 melaksanakan dua kegiatan yang berkaitan, yakni pembangunan patung Wisnu Murti dan pemindahan patung Bung Karno ke Taman Bung Karno.
Selain itu, juga dilakukan penataan RTH Alit Saputra sebagai tempat masyarakat melaksanakan kegiatan berkreatifitas dalam seni maupun olahraga. Pelaksanaan tiga kegiatan tersebut menelan dana sebesar Rp 5,8 miliar. Rinciannya, Rp 1,9 miliar untuk pembangunan dan penataan patung Bung Karno (APBD Rp 900 juta dan BKK Provinsi Rp 1 miliar).
Selanjutnya Rp 1,4 miliar untuk pembangunan dan penataan patung Wisnumurti (APBD). Kemudian Rp 2,5 miliar untuk penataan kawasan RTH Alit Saputra (BKK Provinsi Bali).
“Terkait hal teknis, seperti pengalihan arus lalu lintas, akan segera kami rapatkan. Yang jelas akan ada pengalihan arus lalin, dan jika nanti mendukung, mungkin sifatnya akan permanen," urai Bupati Sanjaya.