Ditemui di Balai Banjar Kelingkung, yang menjadi lokasi pengerjaan patung tersebut, Agus Eri Putra menuturkan bahwa pembuatan patung presiden Republik Indonesia yang pertama tersebut sejatinya merupakan gagasan dari owner Objek Wisata Alas Harum Bali yang berlokasi di Tegallalang, I Made Ardana dan Made Nano. “Jadi nanti patung ini akan dipajang di objek wisata Alas Harum Bali,” ujarnya Minggu (4/9).
Patung Bung Karno itu sendiri berkonsep ramah lingkungan sehingga dibuat dengan anyaman bambu. Dan ukurannya pun tak main-main, yakni setinggi kurang lebih 19 meter, lebar 15 meter dan berat 3 ton. Karena ukurannya yang sangat besar, ia pun memiliki Balai Banjar Kelingkung sebagai lokasi pengerjaan patung tersebut.
Dalam pengerjaannya Agus Eri Putra tidak sendiri, melainkan dibantu oleh sedikitnya 15 orang seniman muda di Desa Lodtunduh. Disamping itu, anyaman bambu yang menjadi bahan dasar patung tersebut dikerjakan oleh warga Desa Lodtunduh dengan sistem rumahan. “Jadi banyak pihak yang membantu pengerjaannya. Anyaman bambunya dikerjakan oleh warga, kemudian itu kita kumpulkan dan kita rangkai disini untuk selanjutnya menjadi anatomi tubuh Bung Karno,” paparnya.
Adapun patung Bung Karno yang dimaksud berupa Bung Karno yang sedang duduk dengan memegang tongkat komando dan menunjuk. Hampir mirip dengan pose patung Karno di Jalan Bypass Ir. Soekarno di Tabanan.
Pengerjaan patung yang sudah berjalan selama 2 bulan tersebut kini sudah masuk tahap finishing. Dimana pengerjaannya sudah mencapai 80 persen lebih. “Sebenarnya sudah clear. Ya 80 persen lah. Tinggal menunggu jadwal pengangkutan dari sini (Balai Banjar Kelingkung) ke Alas Harum,” imbuhnya pria yang juga seorang pelukis aliran naturalis tersebut.
Mengingat jarak Banjar Kelingkung ke Alas Harum Bali yang mencapai 13 kilometer, maka patung Bung Karno itu pun dibuat dengan system knockdown atau dibuat dalam beberapa potongan. Total ada 15 potongan yang nantinya tinggal dirangkai di Alas Harum Bali. “Untuk mempermudah pengangkutan jadi ada 15 potongan dalam patung ini. Nanti satu per satu bagian akan diangkut kesana, mulai dari kepala, pinggul, perut, dada, tangan, kepala, dan terakhir potongan kaki yang akan dipasang. Tapi terlebih dahulu akan dipasang stagernya,” terang alumni Sekolah Seni SMSR atau SMKN 1 Sukawati tersebut.
Dan meskipun patung anyaman bambu ini bukanlah project pertamanya, namun Agus Eri Putra mengakui jika pembuatan patung Bung Karno ini bisa dikatakan yang tersulit. Sebab, Bung Karno bukan tokoh sembarangan. Ia adalah proklamator bangsa yang diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia sehingga pembuatanya harus benar-benar menyerupai Bung Karno. Tak hanya mimik muka, namun juga postur tubuhnya.
Maka dari itu, sebelum patung tersebut mulai dikerjakan, ia terlebih dahulu mempelajari seluk beluk wajah dan postur tubuh Bung Karno dengan mencari lebih dari 50 fotonya di internet. “Memang butuh banyak referensi. Semua orang di Indonesia tahu Bung Karno, sehingga kalau beda sedikit saja bis mengurangi nilai,” sebutnya.
Kendatipun demikian, kepiawaian Agus Eri Putra dalam seni rupa tidak bisa diragukan lagi. Sejak kecil ia memang sudah bercita-cita menjadi seniman, apalagi melihat sang ayah, I Ketut Gemuh yang merupakan seorang seniman patung. Dan dengan karyanya kali ini, dirinya berharap agar dapat berkontribusi terhadap seni, budaya, pariwisata serta sejarah.
Sementara itu, Owner Alas Harum Bali, I Made Ardana yang dikonfirmasi terpisah menuturkan bahwa pihaknya sejak tahun 2021 sudah berkomitmen menggunakan material ramah lingkungan di objek wisatanya. Hal itu dibuktikan dengan spot selfie yang terbuat dari bahan ramah lingkungan serta yang terakhir adalah dipasangnya patung sembilan bidadari yang terbuat dari anyaman bambu. “Lalu saya memilih dibuat patung Bung Karno sebagai penyemangat kita bangkit di situasi sangat terpuruk karena pandemi. Jadi semangat beliau memperjuangkan kemerdekaan sangat baik untuk kita teladani,” paparnya.
Ia pun mencari momen hari kemerdekaan RI 17 Agustus untuk meresmikan patung Bung Karno tersebut. Terlebih di Bali akan digelar G20. Namun karena tidak bisa diselesaikan tepat waktu maka peresmiannya pun diundur. “Tidak bisa diselesaikan saat 17 agustus kemarin karena berbagai faktor, mulai dari musim ngaben dan cuaca yang tidak menentu,” imbuhnya.
Kendatipun demikian, apabila tidak ada halangan maka patung Bung Karno tersebut akan diresmikan 17 atau 18 September 2022 mendatang. Dimana rencananya, patung tersebut akan diresmikan oleh putri dari Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri. “Dan akan kita ajukan ke MURI, astungkara mendapat rekor sebagai Patung Ir. Soekarno tertinggi di Indonesia yang terbuat dari anyaman bambu,” lanjut Ardana.
Dengan dipasangnya patung Bung Karno tersebut di Objek Wisata Alas Harum Bali, pihaknya berharap kunjungan ke Alas Harum dapat semakin ramai dan banyak pengusaha lokal yang menfaatkan seniman serta warga lokal dalam usahanya. “Agar antara pengusaha dengan seniman saling merangkul dalam ajegnya budaya,” tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana