Rapat turut dihadiri tim penyusun produk hukum dan OPD terkait. Ikut pula dilibatkan beberapa pihak dari Universitas Hindu Indonesia.
Ditemui usai pelaksanaan rapat, Kabag Hukum Setda Karangasem I Komang Suarnata menjelaskan, kedua maskot terpilih ini sebelumnya sudah melewati kajian dari UNHI bersama Pemkab Karangasem.
Untuk maskot flora dan fauna, pihaknya mengaku sudah mengkaji dari berbagai lontar yang ada. “Dimana karakteristik yang ditemukan dalam lontar lontar yang dimaksud lebih condong ke padma untuk flora dan sapi untuk fauna,” ujarnya.
Untuk maskot fauna sendiri, Suarnata menambahkan, pihaknya sejatinya mengajukan dua rancangan, yakni kambing Gembrong dan sapi Bali. Setelah dilakukan pembahasan, Pansus III menyepakati sapi Bali sebagai maskot untuk flora. “Karena kegunaan dan keutamaan sapi Bali khususnya di Karangasem, baik itu populasinya sangat banyak di Karangasem,” lanjutnya.
Di samping itu, sapi juga banyak digunakan dalam upacara yang berlangsung di Karangasem. “Berbagai upacara di Karangasem menggunakan sapi. Jadi, cenderung lebih banyak utama dan kegunaan sapi itu sangat banyak, dan kita muliakan, maka kita memilih Sapi Bali sebagai maskot. Sehingga nantinya kami bisa sampaikan ke masyarakat lebih banyak, dan ekonomisnya akan bisa bermanfaat,” terangnya.
Selain dua maskot tersebut, Pansus III juga menetapkan maskot tarian dan mars Kabupaten Karangasem. Untuk tarian sendiri terpilih Padma Raja. Sedangkan mars maskot Kabupaten Karangasem berjudul Padma Buana Jaya Abadi.
Nantinya keempat maskot tersebut akan ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Karangasem. Pihaknya berharap supaya proses maskot ini berjalan dengan lancar. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya