Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengintruksikan untuk segera melakukan kajian khusus dengan melibatkan unsur dari pemerintah dan masyarakat sehingga titik lokasi bisa ditentukan paling lambat seminggu ke depan. Proses penentuan titik penenggelaman kapal ini harus segera diselesaikan dengan mengadakan survei secara teknis tentunya melibatkan masyarakat juga sebelum ditentukan titik lokasinya. "Saat ini baru bisa dibicarakan regulasinya seperti apa. Nanti kami akan survei secara teknis dengan melibatkan masyarakat di sana untuk turun bersama tim dan melihat kondisi secara riil sebelum kita putuskan bersama lokasinya," ujarnya.
Lihadnyana menargetkan seminggu ke depan ini survei teknisnya bisa selesai. Sehingga masyarakat bisa menerima keputusan yang sudah ditentukan tentang lokasi penenggelaman antara Desa Bondalem atau Desa Pacung. "Masyarakat harus bisa menerima keputusan itu. Saya harap peluang bagus ini jangan sampai hilang begitu saja," tutup Lihadnyana.
Diberitakan sebelumnya, kapal perang KRI Ki Hajar Dewantara 364 yang konon sudah tidak berfungsi lagi kabarnya akan ditenggelamkan di perairan Buleleng Timur. Penenggelaman itu rencananya akan dilakukan di perairan Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Eks kapal perang milik TNI AL ini akan dihibahkan ke Kabupaten Buleleng. Sementara untuk pengelolanya akan dilakukan oleh Bali Tourism Board (BTB). Editor : I Dewa Gede Rastana