Dana hibah ini berupa penyerahan seperangkat gambelan, pembangunan dan rehab pura, juga pembangunan balai banjar serta wantilan.
Bupati Giri Prasta menyampaikan, penyerahan bantuan hibah secara langsung kepada masyarakat di masing-masing kabupaten merupakan wujud implementasi ajaran Agama Hindu.
Implementasi yang dimaksud, yakni upasaksi, yang terdiri atas dewa saksi, manusia saksi dan buta saksi. "Penyerahan bantuan hibah hari ini secara langsung merupakan wujud dari manusia saksi, agar bantuan yang disalurkan diketahui semua masyarakat untuk menghindari adanya permasalahan sosial dan hukum di kemudian hari. Inilah wujud dari penyerahan bantuan secara transparan akuntabel dan terbuka," ujar Giri Prasta, seraya menyebut, bantuan ini sesuai dengan aspek yuridis, filosofis, dan sosiologis.
Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menjelaskan, penyerahan bantuan hibah dari Badung untuk Bali bertujuan menghidupkan sektor ekonomi kerakyatan. Hal ini pun sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Semoga pariwisata Badung bangkit cepat dan pulih cepat. Agar Kabupaten Badung bisa kembali memberikan bantuan ke daerah lain. Ini tidak ada muatan politik, ini murni untuk membantu meringankan beban masyarakat," harapnya.
Bupati Giri Prasta juga mengingatkan, agar masyarakat penerima hibah selalu bersatu padu melaksanakan semua program pembangunan di wilayah masing-masing. "Kita semua semeton Bali umat se-Dharma harus bersatu membangun jembatan emas untuk generasi masa depan, dengan membangun infrastruktur di bidang keagamaan sebagai simbol Agama Hindu," pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya