Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lembu Cemeng untuk Plebon Tokoh Drama Gong Diarak, Diiringi Seniman dan Gamelan

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 14 Desember 2022 | 23:58 WIB
DIARAK : Lembu cemeng persembahan Puri Langon Ubud saat diarak menuju Puri Abianbase diiringi seniman berkostum drama gong, Rabu (14/12). (ISTIMEWA)
DIARAK : Lembu cemeng persembahan Puri Langon Ubud saat diarak menuju Puri Abianbase diiringi seniman berkostum drama gong, Rabu (14/12). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS  - Pelebon pendiri drama gong Anak Agung Gde Raka Payadnya atau yang akrab disapa Raka Payadnya yang juga merupakan penglingsir Puri Abianbase, Gianyar tinggal menghitung hari. Lembu Cemeng persembahan Puri Langon Ubud pun telah tiba di depan Bale Budaya, Gianyar,(14/12) sekitar pukul 12.00 WITA.

 

Lembu tersebut merupakan persembahan dari Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dan akan digunakan bersama Bade Tumpang Sia, pada pelebon tanggal 17 Desember 2022 nanti.

 

Lembu berwarna hitam itu sendiri dibuat di Puri Langon Ubud. Dimana proses pembuatannya relatif singkat yakni tak lebih dari 10 hari, karena diameter lembu tidak begitu besar dan diarsiteki langsung oleh Cok Wah yang tidak lain merupakan penggemar berat almarhum sekaligus keponakan Wakil Gubernur Bali, Cok Ace.

 

Setelah rampung, lembu kemudian diangkut menggunakan truk. Dan, ketika tiba di depan Bale Budaya Gianyar, langsung diturunkan dari atas truk, kemudian diarak ke Puri Abianbase yang jaraknya sekitar satu kilometer. Dalam perjalanannya dari bale budaya ke puri, diiringi oleh gamelan gong suling dan seniman berkostum drama gong. Masyarakat setempat pun ramai menyaksikan iring-iringan, meski cuaca saat itu begitu panas.

 

Cok Wah yang ditemui pada acara itu menerangkan jika tidak ada kendala dalam pembuatan lembu tersebut.  Sebab pihaknya telah melakukan persiapan sejak sebulan. "Tidak ada kendala dalam pembuatannya, semuanya berjalan seperti yang diinginkan sampai lembu tiba di bale budaya dan dibawa ke Puri Abianbase,” terangnya.

 

Mantan anggota DPRD Gianyar itu menambahkan jika persembahan terakhir berupa lembu untuk prosesi plebon almarhum Agung Raka Payadnya diberikan karena memiliki kedekatan emosional. Selain itu, ada juga keponakannya yang menikah ke Puri Abianbase. "Saya pelajari mendiang memang tokoh luar biasa bidang seni. Para seniman juga bergabung memberi suport pada kegiatan ini," ujarnya.

 

Disisi lain, Pembina Seni Drama Gong AA Gede Kartika menjelaskan jika almarhum memang tokoh legendaris untuk drama gong. Karena beliau lah drama gong menjadi terkenal. Dari yang awalnya drama klasik, menjadi drama gong. “Dan nanti di Art Center akan ada penghargaan oleh Gubernur. Menurut kami, beliau adalah guru besar kami. Dulu beliau ada 3 serangkai, yaitu beliau sendiri, Anak Agung Wiyarti dan Bapa Puja. Itu yang memang tokoh drama dulu,” paparnya.

 

Sebelunya diberitakan jika Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang Kamis, 22 September 2022 lalu, pukul 11.45 WITA akibat infeksi paru-paru yang dideritanya. Almarhum sempat dirawat selama 13 hari di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar. Sebelumnya, seniman besar itu menderita sakit parkinson yang rutin melakukan check up. Sementara Jenazah Raka Payadnya sendiri telah diupacarai dalam upacara Mekingsan di geni, Jumat 23 September 2022 lalu. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana
#diiringi seniman #berkostum tokoh drama gong #diarak #lembu cemeng #plebon tokoh drama gong