Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Kelebihan Klaim, BPJS Kesehatan 'Cut' Kerjasama RSU Famili Husada Gianyar

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 20 Desember 2022 | 23:37 WIB
DIPUTUS : Suasana depan RSU Famili Husada Gianyar Jalan Astina Timur, Samplangan, Gianyar. (DOK BALI EXPRESS)
DIPUTUS : Suasana depan RSU Famili Husada Gianyar Jalan Astina Timur, Samplangan, Gianyar. (DOK BALI EXPRESS)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Per 1 Januari 2023 nanti, BPJS Kesehatan Cabang Klungkung bekerja sama dengan 16 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang ada di wilayah Bali timur. Hal ini menyusul dengan tidak diperpanjangnya kerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta di Gianyar yakni RSU Famili Husada Gianyar. Maka dari itu, masyarakat yang memilih RS Famili Husada sebagai fasilitas kesehatan (faskes) pun diminta untuk dapat memilih faskes lain yang bekerjasama dengan BPJS.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dengan RSU Famili Husada berakhir pada 31 Desember 2022 dan tidak diperpanjang untuk periode tahun 2023. Dengan demikian, pada 1 Januari 2023, BPJS Kesehatan Cabang Klungkung hanya bekerja sama dengan 16 faskes, meliputi di Kabupaten Gianyar sebanyak 6 Rumah Sakit diantaranya RSUD Sanjiwani, RSUD Payangan, RSU Ari Canti, RSU Premagana, RSU Kasih Ibu Saba dan RSU Ganesha.

 

Di Kabupaten Klungkung ada 5 Rumah Sakit diantaranya RSUD Klungkung, RSUD Gema Santi, RSU GBM, RSU Permata Hati dan RSU Bintang. Di Kabupaten Bangli ada 3 Rumah Sakit diantaranya RSUD Bangli, RSU BMC dan RSJ Provinsi Bali. dan Kabupaten Karangasem dua Rumah Sakit, diantaranya RSUD Karangasem dan RSU BaliMed Karangasem.

 

Kepala BPJS Kesehatan Bali timur, Elly Widiani saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Hanya saja dirinya tidak menjelaskan secara detail mengenai Rumah Sakit yang kerjasamanya tak diperpanjang. Namun ia menegaskan, jika ada beberapa perbaikan dan komitmen yang harus penuhi oleh RS tersebut. Ia pun menegaskan jika pihaknya tidak memutus perjanjian sebab perjanjian kerja sama berlaku setahun sekali. “Hasil evaluasi kita ada beberapa perbaikan dan komitmen dulu yang harus dilakukan rumah sakit untuk memastikan pelaksanaan program JKN bisa lebih baik lagi. Intinya kita memastikan pelayanan kepada peserta lebih abik, tidak ada biaya, tidak ada diskriminasi layanan di semua rumah sakit," imbuhnya.

 

Saat ditanya apakah tidak diperpanjangnya kerja sama dapat berpengaruh pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat? Pihaknya menjelaskan jika dengan adanya 2 RSUD dan 4 RSU swasta di Kabupaten Gianyar yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat tidak perlu takut tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kalau kaitannya kecukupan fasilitas kesehatan dengan 2 RSUD dan 4 RSU swasta di Gianyar, peserta tidak perlu takut semua segmen kepesertaan tidak terkecuali PBI tetap dapat dilayani dimanapun,” pungkasnya sembari mengimbau peserta JKN bisa ke 6 rumah sakit lainnya di Gianyar yang masih bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2023.

 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSU Famili Husada, dr. I Made Koen Verawan membenarkan jika pihaknya tidak memperpanjang kerja sama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2023. Ia menjelaskan jika kerja sama itu tidak diperpanjang karena ada sejumlah kekurangan terkairt pelayanan BPJS Kesehatan pada rumah sakit yang dipimpinnya. Hanya saja ia enggan membeberkan apa kekurangan yang dimaksud. "Cukup banyak sih, kita diberikan waktu selama tahun ini, mulai 2023 untuk perbaikan," ungkapnya.

 

Sementara itu Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat diminta pendapatnya mengenai adanya rumah sakit swasta di Gianyar yang tidak diperpanjang kerja samanya dengan BPJS Kesehatan, dirinya berpendapat jika hal itu bisa saja terjadi, apalagi jika ada pelanggaran yang dilakukan rumah sakit bersangkutan. "Tapi untuk detailnya bisa ditanya ke BPJS langsung,” ujarnya.

 

Namun ia menegaskan jika tidak diperpanjangnya kerjasama dengan satu rumah sakit swasta di Gianyar ini dipastikan tidak akan menghambat pelayanan kesehatan khususnya peserta JKN. Karena di Gianyar masih ada 6 rumah sakit yang siap melayani masyarakat. " Ada 470 ribu masyarakat yang memiliki JKN di Gianyar dan jika tidak memiliki BPJS Kesehatan, masyarakat Gianyar juga tetap dilayani dengan Bantuan Kesehatan (BK) Gianyar," pungkasnya.

Disisi lain, mantan Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya yang juga sebagai Pengawas RSU Famili Husada menjelaskan memang bahwa mulai 1 Januari 2023, RSU Famili Husada tidak menerima pasien BPJS sembari menunggu perbaikan administrasi, termasuk menyiapkan fasilitas kamar. "Kapan itu bisa dipenuhi? RSU akan kembali menerima pasien BPJS minimal dalam waktu 3 bulan. Artinya pemutusan ini tidak permanen, kita sudah laporkan segera untuk pemenuhannya," terangnya.

Ia pun membenarkan jika ada temuan dalam pelayanan yang membuat kerjasama dengan BPJS Kesehatan harus ditinjau kembali. Namun ia menekankan temuan itu bersifat adiministratif.

"Kita akan sosialisasikan kepada pengguna BPJS untuk sama-sama maklum, karena animo masyarakat tinggi, jadi kita minta kebijakannya, agar cepat bisa kembali kerjasama," imbuhnya.

Adapun temuan yang dimaksud diantaranya ada kelebihan klaim biaya. "Itu akan kita kembalikan secepatnya, kan biasa itu dalam administrasi, terlanjur masuk, terlanjur terinput. Setelah diverifikasi dari pihak BPJS dan pihak RSU, akan dilakukan pengembalian," tandasnya. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana
#Tak lanjutkan kerjasama #Rsu famili husada #bpjs kesehatan #Pelayanan bpjs #Kelebihan klaim