Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meroket, Harga Bunga Pacah Capai Rp 60.000 Per Kilogram

I Dewa Gede Rastana • Senin, 2 Januari 2023 | 20:30 WIB
HARGA NAIK : Petani saat memetik bunga pacah. (ISTIMEWA)
HARGA NAIK : Petani saat memetik bunga pacah. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Harga bunga pacah yang jadi komoditas paling diburu para ibu-ibu jelang Hari Raya Galungan saat ini mencapai rekor tertinggi. Kondisi ini terjadi diyakini karena  produksi bunga pacah mengalami gangguan akibat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.

 

Salah seorang petani bunga pacah di Desa Temesi, Pande Putu Marna, 46, mengatakan bahwa saat ini di lahan seluas 100 meter persegi, ia hanya mendapatkan bunga sebanyak 5 hingga 8 kilogram. Sedangkan sebelumnya bisa mancapai 15 hingga 20 Kg tergantung kondisi pohonnya. "Ya penyebabnya karena cuaca ekstrim. Hampir setiap hari hujan dan angin kencang, sehingga pohonnya rusak," ujarnya Senin (2/1).

 

Kemudian, hujan tersebut menyebabkan banyak bunganya berjatuhan. Dan kualitas bunga juga kurang baik karena cepat busuk.  "Tapi meskipun harganya mahal saya dapat petik bunganya tidak banyak. Padahal harganya lumayan, sekilo bunga sudah melebihi harga daging babi hidup. Lima kilo bunga sudah dapat satu tanding daging babi patungan," ujarnya berkelakar.

 

Selain itu, untuk mendapatkan bunga, kini harus memakan waktu. Karena saat memetik, petani kini juga harus memilih bunga yang mulai busuk namun menempel di bunga yang segar.

 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Nama Artawa, mengakui jika harga bunga pacar yang sebelumnya  Rp 9 ribu per kilogram, saat ini naik bertahap dan informasi terakhir mencapai  Rp  55 hingga Rp 60 ribu perkilogram. "Ya, ini harga tertinggi bunga pacar dari yang pernah ada," ujarnya.

 

Naiknya harga bunga pacar ini selain karena permintaan tinggi, juga hasil panen bunga ini cenderung sedikit. Untuk di Gianyar, pasokan bunga pacar datangnya dari petani sekitar Gianyar, Blahbatuh dan Sukawati.  "Tidak bisa diprediksi, karena cuaca tidak menentu, bunganya rontok di pohon, sedangkan permintaan tinggi. Ini sudah hukum pasar," bebernya.

 

Kemudian, Kadisperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suari membenarkan  jika bunga pacar naik tajam. Ini terjadi  karena permintaan tinggi, dan  beberapa kebun petani  mengalami gagal panen. "Tapi secara umum harga kebutuhan pokok, seperti beras dan kebutuhan pokok lain masih terkendali. Dipastikan  kenaikan harga bunga ini tidak akan bertahan lama, karena kebutuhan masyarakat tidak terus menerus dna hanya lada momentum hari raya saja," tegasnya. (ras)

  Editor : I Dewa Gede Rastana
#per kilogram #capai 60 ribu #lampaui harga babi #harga bunga pacah #meroket #kenaikan harga