Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, peristiwa itu pertama kali diketahui rekan kerja korban bernama Hoerudin, 28, dan Muh Sofyan, 28, sekitar pukul 13.00. Kala itu, kedua ABK ini baru selesai nongkrong di kawasan dermaga. Lalu mereka menuju kapal untuk mencari korban. "Saksi hendak mengajak korban makan," ujarnya.
Pria asal Cianjur, Jawa Barat itu didapati tengah berbaring miring memakai baju kaos oblong dan dikira tidur. Hoerudin lantas mencoba membangunkan korban, tetapi sama sekali tak ada respon. Selanjutnya saksi pegang tubuh korban dan balikkan badannya yang posisi miring kiri mengarah timur.
Ternyata kondisi tubuhnya sudah dingin dan anehnya dengan mata terbuka. Sehingga diyakini, Iwan sudah meninggal. Temuan ini lalu dilaporkan ke wakil kapten kapal dan diteruskan ke aparat kepolisian. Polsek Benoa dan Tim Identifikasi Polresta Denpasar pun mendatangi TKP untuk memeriksa korban.
Jenazahnya kemudian dievakuasi menuju RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) guna proses lebih lanjut. Belum diketahui apa penyebab meninggalnya Iwan. "Permasalahan tersebut ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa," pungkas Perwira Balok Tiga di pundak tersebut.