Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hilang di Hutan Andong, Pekak Satra Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 17 Januari 2023 | 15:00 WIB
SEPATU : Pekak Satra ditemukan dalam kondisi sudah menjadi tengkorak dan masih mengenakan sepatu boot.
SEPATU : Pekak Satra ditemukan dalam kondisi sudah menjadi tengkorak dan masih mengenakan sepatu boot.
TABANAN, BALI EXPRESS -Ketut Satra, 62, yang dinyatakan hilang sejak 17 Oktober 2022 lalu di hutan lindung Bambu, Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, akhirnya ditemukan.

Namun sayang, lelaki yang pamit untuk mencari rumput itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah menjadi tengkorak.

Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP Nyoman Subagia, menyebutkan Ketut Satra ditemukan Minggu (15/1) sore oleh Wayan Surat, warga desa Andong yang akan mencari madu lebah hutan.

"Saat ditemukan kondisi Satra sudah menjadi tengkorak, namun masih mengenakan baju kaos warna biru, celana cokelat dan sepatu boot. Dari temuan tersebut Ketut Surat kemudian melaporkan temuannya kepada aparat desa dan pihak keluarga," jelasnya.

Sementara itu, menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika, lokasi ditemukannya tengkorak Pekak Satra adalah di sebelah barat Pura Munduk Andong. "Padahal ketika dilaporkan hilang dua bulan lalu, pihak Basarnas, BPBD dan kepolisian sudah melakukan pencarian di lokasi tersebut, namun jejak Satra tidak ditemukan," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Baturiti 1 dipimpin oleh dr. Putu Sabda, pada tengkorak milik Pekak Satra tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau patah tulang. Pada persendian Satra juga ditemukan proses pengapuran karena menderita rematik.

Setelah proses pemeriksaan luar dan identifikasi oleh pihak keluarga, jenazah Satra oleh pihak keluarga langsung dibawa ke kuburan. Proses evakuasi jenazah sendiri, menurut Trisna dilakukan oleh warga desa, karena ada ritual yang harus dilakukan.

"Setelah evakuasi dari lokasi temuan, jenazah langsung dibawa ke setra dan dikuburkan tanpa dibawa ke rumah duka. Karena itu, kami dari BPBD tidak ikut dalam proses evakuasinya, karena prosesnya dilakukan oleh pihak keluarga dan warga," paparnya.

Seperti diberitakan pada bulan Oktober lalu, Ketut Satra, 62, dilaporkan hilang setelah tak pulang usai izin menyabit rumput. Pencarian sempat menggunakan gong, namun tetap tidak ditemukan sampai pencarian dilakukan lewat batas aturan pencarian petugas.

Sebelum dilaporkan hilang, dari rekaman CCTV tetangganya Ketut Satra memang akan menyabit rumput. Dia terekam CCTV sedang membawa sabit dan karung berjalan ke arah utara rumahnya. Biasanya korban Ketut Satra ini menyabit rumput di dekat Pura Puseh banjar setempat atau tak jauh dari rumahnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Dicari Menggunakan Gong #Pekak Satra Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak #Hilang di Hutan Andong