Wakil Ketua Vihara Dharma Ratna, Sosan Muliono mengatakan, kegiatan menyambut Imlek telah dimulai Minggu (15/1) lalu. Acara dimulai dengan membersihkan ruang dan altar yang ada di viara. Sedangkan pada sore harinya, Vihara Darma Ratna juga menggelar Parade Barong Sai dan Naga di depan Monumen Puputan Klungkung, yang juga bertepatan dengan Umanis Kuningan.
“Dari kepercayaan masyarakat Tionghoa, pelaksanaan parade ngalawang Barong Sai dan Naga ini bertujuan untuk mengusir fibrasi dan menjauhkan hal negatif pada diri manusia dan lingkungan sekitar,” ujar Muliono.
Dijelaskannya, rangkaian penyambutan Imlek dilanjutkan pada 21 Januari malam dengan mempersiapkan sembahyang tutup tahun pada 22 Januari, atau tepat saat perayaan Imlek. “Acara tersebut bertujuan menjalin kebersamaan sesama masyarakat Tionghoa di Kabupaten Klungkung, sekaligus memeriahkan Tahun Baru Imlek 2574/2023,” sambungnya.
Selepas pergantian tahun, pada 29 Januari, pihak Vihara juga bakal menggelar kegiatan jalan santai dan acara bersih-bersih di area Vihara. Acara dilanjutkan dengan gladi Cap Go Meh pada 4 Februari di aula Vihara Dharma Ratna. Baru kemudian puncak Cap Go Meh dilangsungkan pada 5 Februari.
“Semoga dalam Tahun Baru Imlek ini, masyarakat di Kabupaten Klungkung, khususnya masyarakat Tionghoa bisa terus salang merangkul dan memiliki jiwa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (nan)