Meski Imlek ini adalah hari raya umat Konghucu, namun dalam memeriahkannya di Kota Denpasar, turut digelar berbagai kesenian lintas budaya dan agama. Yang mencolok adalah parade Barongsai yang mencapai ratusan. Ditambah dengan kesenian bela diri Wushu yang jumlah pesertanya ratusan.
Sementara etnis nusantara lainnya yang ikut memeriahkan, yakni penampilan Barong Ket, Rangda, Barong Landung, Reog Ponorogo, dan lainnya. Selain kesenian, festival ini turut menggandeng komunitas yang ada di Bali, seperti Flobamora, Ikawangi, Pusunda, Komunitas Mobil Antik yang menunjukan festival ini menjadi ciri NKRI.
Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa saat pembukaan festival menyampaikan, Kota Denpasar merupakan Kotaku Rumahku, kota ini rumah bagi masyarakat Denpasar. “Kita lihat dalam kegiatan ini masyarakat Denpasar tumpah ruah hadir turut memeriahkan acara Imlek Bersama ini," ujar Arya Wibawa.
Selebihnya Arya Wibawa menyampaikan kegiatan ini diinisiasi INTI Bali dengan tujuan merajut kebhinnekaan dan memperkuat persatuan. Sekaligus menggaungkan Kota Denpasar menjadi Kota Toleransi di Indonesia.
Sementara Ketua INTI Bali Putu Agung Prianta didampingi Ketua Pelaksana Festival Imlek Bersama 2023 Paulus Hery Arianto menjelaskan, tujuan Festival Imlek Bersama 2574 Tahun 2023 yakni merajut kebhinnekaan, memperkuat kerukunan mengangkat Denpasar sebagai Kota Toleransi dan menjadikan Jalan Gajah Mada sebagai kawasan Heritage Denpasar.