Diduga bule kelahiran 7 Oktober 1998 ini mengalami depresi sehingga sering menangis dan berteriak-teriak di salah satu penginapan, Jalan Taman Baruna, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.
WNA berparas cantik ini diamankan karena telah mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Badung I Made Astika Jaya SH mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya WNA yang mengalami depresi pada Sabtu (4/2) pukul 15.30. Dari laporan tersebut diketahui adanya prilaku WNA yang telah meresahkan penghuni lainnya dan warga sekitar.
"Jadi sang pemilik penginapan ini khawatir terjadi sesuatu, sehingga langsung dilaporkan ke Satpol PP untuk melakukan penanganan," ujar Astika Jaya seizin Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Minggu (5/1).
Dari laporan warga tersebut bahwa WNA berparas cantik ini juga kerap menangis histeris dan berteriak-teriak. Bahkan, saat tim Satpol PP tiba di lokasi juga mendapati hal serupa. Namun saat dibujuk oleh petugas, wanita itu kooperatif dan dapat diajak berkomunikasi. Sehingga petugas yang di lokasi langsung menyarankan untuk ditangani tim medis RS Prof Ngoerah.
"WNA itu sebenarnya tidak ngamuk tak karuan. Tapi tingkahnya itu bikin penghuni dan masyarakat sekitar khawatir. Makanya langsung diangkut ke RS untuk ditangani di medis," ungkapnya.
Dari penuturan pemilik penginapan, Astika Jaya menyebutkan, WNA tersebut baru sepekan belakangan ini menempati salah satu kamar. Awalnya wanita tersebut berprilaku normal, namun sepulang dari penginapan rekannya, ia mulai histeris.
Pihaknya menduga wanita tersebut dalam kondisi depresi. Hal ini diperkuat pengakuan dua rekannya sesama WN Rusia. "Kalau dari pengakuan temannya itu, memang memiliki riwayat depresi. Makanya langsung disepakati untuk ditangani pihak medis. Takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," terangnya, seraya mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan perwakilan Rusia di Indonesia.
Sementara, Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta menambahkan, penanganan WNA yang diduga depresi ini dilakukan dengan baik. Bahkan telah melalui koordinasi dan sinergitas lintas instansi berjalan sesuai semestinya. Sehingga dalam penanganan dilakukan tepat waktu.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya