Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terus Berinovasi, ST Banjar Kelingkung Buat Ogoh-ogoh Berbahan Ambengan

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 21 Februari 2023 | 20:57 WIB
KREATIF : Proses pembuatan ogoh-ogoh berbahan ambengan. (ISTIMEWA)
KREATIF : Proses pembuatan ogoh-ogoh berbahan ambengan. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Sekaa Teruna Eka Kencana, Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar, tak mau setengah-setengah saat berkarya. Pada momen Hari Raya Nyepi tahun 2023 ini, mereka kembali unjuk kreativitas dengan membuat ogoh-ogoh berbahan dasar ambengan yang sudah kering atau alang-alang.

Dengan tetap memegang teguh konsep ramah lingkungan, ogoh-ogoh yang dibuat  kali ini bernama Garudeya. Ambengan sendiri keberadaannya melimpah di Desa Lodtunduh dan banyak dijadikan bahan baku atap.

Penggagas Ogoh-ogoh tersebut, I Wayan Agus Eri Putra, 36, menuturkan bahwa Garudeya mengisahkan tentang perjuangan sang Garuda demi menyelamatkan ibunya Dewi Winata dari perbudakan Dewi Kadru dan para naga. "Kemudian Garudeya memporak-porandakan surga demi mencari Tirta Amerta. Dan kaitan dengan ogoh-ogoh berbahan alang-alang, karena dalam perjalanan Sang Garudeya membawa Tirta Amerta, percikannya itu jatuh ke rumput alang alang. Itu pula sebabnya, rumput alang alang atau di Bali disebut Ambengan ini punya nilai sakral. Sebagai bagian dari sarana upakara," terangnya Selasa (21/2).

Ogoh-ogoh itu pun kini dikerjakannya bersama Sekaa Teruna di Balai Banjar setempat. Ia menyebutkan jika seluruhnya ikut dilibatkan, mulai dari pencarian bahan hingga membentuk badan ogoh-ogoh. "Setiap tahun kami ingin membuat dan memakai bahan ogoh-ogoh yang gampang didapat dari sekitar kita dan tentunya ramah lingkungan. Apalagi Desa Lodtunduh salah satu penghasil dan pembuat ulatan atap alang-alang," lanjut pria yang merupakan seniman patung tersebut.

Menurutnya tak ada kesulitan berarti dalam membuat ogoh-ogoh unik ini. Sebab, sebelumnya Sekaa Teruna setempat sudah beberapa kali diajak menggarap karya serupa berbahan alami. "Dulu pernah pakai jerami, ulatan bambu dan sekarang alang-alang. Jadi ini bukan yang pertama kali. Dan kedepannya juga akan kembangkan kreasi lain," pungas Eri Putra. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana
#Terus Berinovasi #ST Banjar Kelingkung #Berbahan Ambengan #Buat Ogoh-ogoh