Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejumlah Bule Berulah Saat Nyepi, Kendarai Mobil Hingga ‘Berkemah’ di Pantai

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 24 Maret 2023 | 00:55 WIB
ULAH: Potongan video menunjukkan ulah wisman di Bali saat Nyepi 2023. (ISTIMEWA)
ULAH: Potongan video menunjukkan ulah wisman di Bali saat Nyepi 2023. (ISTIMEWA)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Kelakuan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Bali makin nyeleneh. Tidak hanya di hari biasa, bahkan sampai di Hari Raya Suci Nyepi yang jatuh pada Rabu (22/3).  Viral di sosial media, berbagai ulah sejumlah wisman yang melanggar aturan dengan berkeluyuran di jalan. Mulai dari berkendara dengan sepeda motor, menyetir mobil, hingga yang paling menghebohkan, sepasang wisman asal Polandia membangun tenda dan berkemah di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar. Alih-alih mengakui kesalahannya, dalam video yang beredar, sepasang wisman tersebut justru menantang pecalang yang bertugas untuk melapor ke pihak berwenang.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, cukup banyak ulah turis-turis belakangan ini di Bali. Terkait kejadian saat Nyepi ini, pihaknya bahkan mengaku, telah memprediksi akan terjadi banyak pelanggaran, baik sengaja maupun tidak disengaja.

 

“Selama ini kita dilihat butuhlah, jadi (mereka mengira) tidak akan berani keras dengan orang asing. Sudah saatnya, kedepannya, kita harus buat sesuatu, misalnya ‘do and doesn’t’ apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di Bali. Kita sosialisasikan,” katanya, Kamis (23/3).

 

Pria yang akrab disapa Gus Agung ini menambahkan, sebetulnya aturan ‘do and doesn’t’ ini telah dibuat dan diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Namun karena kasus sewa-menyewa motor kemarin, sosialisasi aturan tersebut ditunda dikarenakan salah satu point di dalamnya kurang sinkron dengan putusan Gubernur baru-baru ini. “Jadi masih ada yang kurang sinkron, (terkait point) apakah boleh orang asing menyewa motor itu belum (deal). Jadi ditunda dulu,” ungkapnya.

 

Meski demikian pihaknya menegaskan, aturan tersebut harus segera disosialisasikan. Khususnya bagi wisman yang hendak ke Bali, agar dapat menaati aturan-aturan yang berlaku. Menurut Gus Agung, aturan tersebut sudah dibuat lengkap dengan bahasa yang simpel. Saat ini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Bali untuk kemudian disebarkan ke restoran, hotel, tempat wisata, bandara, supermarket, dan lainnya.

 

“Wisatawan itu belum clear, kita tahunya itu dia sengaja atau tidak sengaja, gimana kita bisa bilang dia sengaja, kalau kita sendiri belum mensosialisasikan. Ini harus segera di-approve,” tegasnya.

 

Berdasarkan video yang beredar, Gus Agung menilai wisman yang melakukan pelanggaran saat Nyepi tersebut merupakan wisman yang berwisata secara mandiri atau tanpa agent. Terkait hal ini kata dia, adalah salah satu konsekuensi. Selain tanpa agent, biasanya wisman yang berwisata mandiri ini kerap menyewa villa. Yang mana kata dia, biasanya private villa tanpa pengawasan petugas atau security. Beda halnya dengan hotel yang dijaga security selama 24 jam, sehingga begitu keluar saat Nyepi akan langsung dicegah.

 

“Sekarang tamu yang datang mereka nyewa villa sendiri. Mereka langsung ke sana, bayar, transfer, sudah. Mereka tinggal menerima passcode saja. Sudah begitu sekarang. Tidak ada yang menerima, tidak ada yang menjaga, seperti itu,” jelasnya.

 

Di zaman dulu, Gus Agung menuturkan, tidak ada turis yang berbuat ulah karena tidak mudah bagi mereka menyewa kendaraan. Selain itu, private villa juga belum ada. Maka dari itu mereka menginap di hotel yang tentunya memiliki security.

 

“Jadi kedepannya ada aturan-aturan khususlah bagi wisatawan yang menginap di luar hotel, yang tidak memiliki petugas keamanan, jadi do and doesn’t itu tidak bisa hanya dipasang di lingkungan hotel saja sekarang. Harus umum, entah itu supermarket, dan lain-lain itu harus kita tempelin semua,” sarannya.

 

Disinggung terkait dugaan wisman berbuat ulah lantaran berharap dideportasi karena tak punya uang untuk kembali ke negara asal, untuk itu Gus Agung menekankan perlunya mengatur terkait asuransi wisata. Namun, harus ada garansi agar uang mereka kembali sehingga wisman tersebut memiliki tiket pulang.

 

Lebih lanjut kata dia, Bali baru saja masuk masa pemulihan pasca Covid-19. Kendati Bali membutuhkan wisatawan, tetap harus melihat secara jernih. Pihaknya pun mengapresiasi para pecalang yang tetap sabar menangani ulah-ulah wisman pada Nyepi kemarin. “Pecalang kita sudah bagus, sudah cukup sabar menghadapi seperti itu. Sudah baguslah. Jadi paham konsekuensinya, jangan sampai kita pukulin, nanti image Bali kurang baik. Cara penanganannya sekarang harus elegant. Kalau mereka memang melanggar aturan, disesuaikan saja sanksinya,” tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#bule nyeleneh #hari raya nyepi #BTB #bule bikin tenda #bule bawa mobil