Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Wayan Darya, menjelaskan bahwa ada dua agenda besar yang bakal menyedot penonton yakni pawai budaya dan pagelaran seni. Dimana pawai budaya akan digelar pada Selasa (18/4) sekitar pukul 14.00 WITA. “Parade budaya ini akan menampilkan duta kesenian 7 kecamatan. Dan akan menampilkan atraksi budaya dan tradisi yang ada di wilayah masing-masing," terangnya Senin (3/4).
Disamping itu, parade juga akan diramaikan dengan penampilan sepeda hias yang dihias dengan sedemikian rupa sehingga menarik. “Dulu kita punya budaya itu jadi kita coba bangkitkan sekarang meskipun tidak maksimal, kita coba sekarang di kabupaten,” imbuhnya.
Adapun nantinya parade budaya akan diisi dengan atraksi sekitar 10 menit di sepanjang jalan, mengambil start di Balai Budaya Gianyar kemudian berjalan ke Taman Kota Gianyar. “Jadi masyarakat tidak harus numplek di Balai Budaya, karena atraksi sepanjang jalan. Di alun-alun Gianyar juga bisa asal tidak merusak taman fasilitas dan jaga kebersihan,” sambungnya.
Masing-masing kecamatan pun diberikan anggaran Rp 100 Juta untuk parade. Meskipun anggaran itu dinilai kurang, namun menurutnya hal itu tidak menjadi kendala karena melihat semangat masyarakat yang ingin menampilkan yang terbaik. “Parade ini kan sebuah apresiasi terhadap karya masyarakat dan anak-anak muda kita,” paparnya.
Selain parade, juga ada pagelaran dari beberapa OPD, mulai dari event fashion, pemilihan Jegeg-Bagus. Kemudian dari Dinas PMD ada drama gong dari para Perbekel. Bahkan BPD juga tidak mau kalah dengan membuat drama Cupak Grantang. “Itulah bentuk perhatian pejabat yang ikut memeriahkan HUT Kota Gianyar ini. Ada juga kelompok drama legendaris, pemain yang punya nama pada masanya masih mau tampil,” terangnya lagi.
Terakhir akan ada penyerahan penghargaan kepada seniman dari Bupati Gianyar. Namun penerima penghargaan Padma Satya Nugraha itu masih dirahasiakan oleh pihaknya. Yang jelas penerima penghargaan itu memiliki kiprah dibidang seni yang sangat banyak, memiliki karya yang berpengaruh, serta menjadi acuan oleh seniman lain. Dan juga ada penyerahan penghargaan Wija Kusuma dan Wijaya Kusuma Madya. “Penilaian dilakukan oleh tim termasuk Bupati. Dimana penghargaan Padma Satya Nugraha mendapatkan hadiah Rp 75 Juta beserta lencana emas, dan penghargaan Wija Kesuma mendapatkan hadiah Rp 50 Juta dengan lencana emas. Sedangkan penghargaan Wija Kusuma Madya berhak atas hadiah Rp 25 Juta dan lencana emas, ” tandasnya. (ras)