Ribuan pemedek pun ikut mengiringi Jempana Pralingga Ida Betara menuju lokasi Pemelastian. Total ada 23 Jempana Ida Betara yang mengikuti prosesi tersebut. Terdiri dari Jempana Pralingga Pura Catur Lawa dan Pralingga sembilan Pura Pedarmaan yang ada di kawasan Pura Agung Besakih. Salah satunya Pralingga Pedarmaan Dalem Bakas yang diiringi oleh Maha Gotra Tirta Harum (MGTH).
Maha Gotra Tirta Harum (MGTH) Nusantara yang populasinya cukup banyak pun berupaya memanfaatkan momentum Karya Ida Betara Turun Kabeh ini sebagai ajang untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kualitas spiritual semeton MGTH. “Data sementara MTGH Nusantara jumlahnya 12.000 KK lebih dan tersebar di seluruh wilayah Nusantara,” ujar Ketua Umum MGTH Nusantara Dr. dr. Anak Agung Gde Putra Wiraguna, SPKK (K).
Ditambahkannya bahwa pada Karya Pujawali Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tahun ini, pihaknya memang mengimbau seluruh semeton MGTH, baik yang berdomisili di Bali maupun seluruh Indonesia untuk senantiasa meningkatkan Srada dan Bhakti. “Dan khusus untuk Melasti tahun ini, jauh hari sebelumnya telah kami organisir dalam kepanitiaan dan kami kerahkan terutama generasi muda di seluruh Kabupaten dan Kota di Bali,” imbuhnya.
Dan menurutnya, antusias semeton MGTH terutama generasi muda sangat tinggi untuk Ngiring dan mengusung Pralingga Ida Betara Pedharmaan Dalem Bakas beserta sarana dan prasananya pendukungnya. “Karena jumlah pengiring cukup banyak, kompak dan bersemangat, maka kiranya hal ini dapat menginspirasi dan memotivasi semeton yang lainnya di seluruh wilayah Nusantara untuk meningkatkan eksistensinya,” sambungnya.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan jika sebelum Ngiring Pemelastian, semua pengiring terlebih dahulu dikumpulkan di gedung parkir baru yang ada di Besakih untuk melakukan semacam apel siaga dan diberikan arahan untuk memastikan prosesi Melasti dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar, tertib, aman, damai, diliputi rasa bahagia serta terjaga kualitasnya.
Disamping itu, pengiring diimbau selama perjalanan agar fokus melakukan kontemplasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Ida Betara melalui Pralingga yang diusung dan sangat sakralkan, diiringi suara gong, genta, puja mantra dan gita shanti. “Jadilah teladan seperti apa yang telah dilakukan oleh leluhur kita pada zaman dulu. Banyak yang memegang tampuk pemerintahan pada zaman Kerajaan, di tiga Kerajaan, yaitu ; Tamanbali, Nyalean dan Bangli, dalam kurun waktu yang sangat lama, bahkan Kerajaan Bangli masih eksis ketika diawal Indonesia merdekan. Setelah Indonesia merdeka, Penglingsir dan semeton kita banyak juga yang memegang peranan penting di Pemerintahan maupun sektor lainnya. Petik dan amalkanlah nilai-nilainya,”paparnya.
Secara terpisah, Ketua Panitia Melasti, I Dewa Gede Putra Adnyana menyebutkan jika semeton MGTH yang terlibat dalam prosesi Melasti tahun ini sebanyak 1.970 orang. Terdiri dari Pengempon 167 orang, Pemangku 8 orang, tenaga medis 11 orang, sekeha gita shanti 9 orang, staf Kominfo MGTH 12 orang, pengiring non pengempon termasuk tameng dada atau pecalang 1.700 orang dari seluruh Kabupaten dan Kota se Bali.
“Kami upayakan agar memakai pakaian seragam, yaitu destar berwarna putih, baju kaos hitam berisi tulisan dan simbul MGTH, kampuh berwarna putih dan wastra berwarna hitam. Peserta yang terbanyak berasal dari Bangli, Gianyar, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Denpasar, Badung, Tabanan, dan Jembrana,” tandasnya. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana