Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Gusti Agung Sri Widyawati, menjelaskan bahwa ada tiga kategori penghargaan yang akan diberikan oleh Pemkab Gianyar, diantaranya penghargaan Parama Satya Budaya, penghargaan Wija Kusuma dan penghargaan Wija Kusuma Madya. “Total ada 15 orang yang akan menerima penghargaan ini, Parama Satya Budaya 1 orang, Wija Kusuma 7 orang dan Wija Kusuma Madya 7 orang,” ujarnya.
Penerima penghargaan adalah tokoh yang memiliki dedikasi yang tinggi pada seni dan sudah berkiprah lama dibidang seni. Kemudian memiliki karya yang berpengaruh, serta menjadi acuan oleh seniman lain. “Penilaian dilakukan oleh tim termasuk Bupati. Dimana penghargaan Parama Satya Budaya mendapatkan hadiah Rp 75 Juta beserta lencana emas, dan penghargaan Wija Kusuma mendapatkan hadiah Rp 50 Juta dengan lencana emas. Sedangkan penghargaan Wija Kusuma Madya berhak atas hadiah Rp 25 Juta dan lencana emas, ” sebutnya.
Adapun nominasi penerima penghargaan seni Parama Satya Budaya adalah I Wayan Pugeg, seniman patung asal Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar,
Sedangkan untuk penghargaan seni Wija Kusama nominasinya adalah Ida Bagus Putu Pastika, seni karya di Banjar Geriya, Tampaksiring, I Dewa Putu Gede Mandra, seniman lukis asal Banjar Gede, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, I Gusti Putu Sudarta, seniman topeng asal Banjar Pekandelan, Desa Bedulu, Blahbatuh, I Gusti Made Lod, seniman patung asal Banjar Lodpeken, Desa Keramas, Blahbatuh, Cokorda Bagus Wiranata, undagi pembuatan tapel barong, asal Banjar Teruna, Desa Peliatan, Ubud, I Komang Dharmayuda, seniman musik asal Banjar Tameng, Desa Sukawati, dan Ida Bagus Oka Adnyana, tenun ikat pucuk asal Banjar Kebon, Desa Blahbatuh.
Dan penghargaan Wija Kusuma Madya nominasinya adalah Anak Agung Gde Ngurah Agung, seniman tari asal Banjar Cebaang, Serongga, I Ketut Sudiana, seniman pedalangan asal Banjar Babakan, Sukawati, I Wayan Balik Wirabawa, seniman kerawitan asal Banjar Palak, Sukawati, I Made Mahendra, seniman lukis asal Banjar Tebuana, Desa Sukawati, I Wayan Sira, seniman dalang dan tari, asal Banjar Dana, Desa Bona, I Wayan Arimbawa, seniman pedalangan asal Banjar Lodsema, Desa Lodtunduh, dan Ida Bagus Oka Manobhawa, seniman sastra asal Griya Padang Tegal, Ubud. (ras)