Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Efek Gelontoran Bansos, PKN Tertatih Menjaring Caleg

I Dewa Gede Rastana • Senin, 17 April 2023 | 22:09 WIB
Ketua Pimpinan Cabang (Pincab) PKN Gianyar, I Nyoman Ariawan(kanan) bersama Gede Pasek Suardika. (ISTIMEWA)
Ketua Pimpinan Cabang (Pincab) PKN Gianyar, I Nyoman Ariawan(kanan) bersama Gede Pasek Suardika. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai salah satu partai anyar, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) nampaknya kesulitan untuk mendapatkan simpatisan hingga menjaring bakal calon legislatif (caleg).

Hal itu terjadi lantaran pola pemeliharaan konstituen dengan bantuan dana hibah atau bansos seakan sudah menjadi tradisi. Sedangkan saat ini hampir seluurh komunitas masyarakat telah dikucuri bansos yang difasilitasi oleh PDIP.

Ketua Pimpinan Cabang (Pincab) PKN Gianyar, I Nyoman Ariawan pun tak menamfik hal tersebut. Menurutnya, kendatipun telah resmi menjadi partai peserta Pemilu 2024,  namun pihaknya masih harus berjuang. Dimana perjuangan tersulitnya adalah pada proses penjaringan bakal calon legislatif.  Sebab, banyak tokoh masyarakat yang diharapkan akan tampil justru ‘angkat tangan’ dengan pola dinamika pendekatan politik dalam sepuluh tahun terakhir.

"Sebenarnya banyak tokoh potensial yang kita dekati. Tapi ya kendala mereka itu, tidak bisa bersaing dengan caleg yang  tebar materi dan didukung bansos," ujarnya Senin (17/4).

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun sangat menyayangkan bansos tersebut karena dianggap menggerogoti kehidupan berdemokrasi.  Sebab kenyataannya, perbedaan aspirasi dan arah politik di semua tingkatan tidak bisa bergerak hanya lantaran komitmen komunitas.

Ia pun menyebutkan di tingkat Banjar, Subak, Paibon dan lainnya semua sudah terkunci akibat bansos. “Kalaupun ada satu dua yang beda arah, mereka tidak berani tampil terang-terangan," imbuhnya.

Lebih lajut, pihaknya melihat prioritasnya bantuannya cenderung ke arah konstituen partai tertentu. Bahkan tidak bisa dipungkiri ada kesan untuk daerah atau wilayah yang dulunya didominasi pilihan politik berbeda, sulit mendapatkan bansos. “Kecuali ada kepastikan dari kemunitas itu membuat pernyataan bersama untuk mendukung partai ataupun tokoh tertentu di Pemilu 2024. "Dan apabila ini terus berlanjut,  masyarakat tidak akan lagi punyaruang untuk berdemokrasi," bebernya.

Dan sambil menjalankan  program partai PKN menuju Pemilu 2024, pihaknya pun tahu diri serta tidak akan memasang target muluk-muluk. “Jadi melalui hajatan demokrasi ini PKN akan terus berusaha mengedukasi masyarakat dalam berdemokrasi,” sambungnya.

Sebab dalam demokrasi itu tidak wajib terikat pada pilihan tertentu  hanya karena  bansos. "Dan mudah-mudahan Pemilu 2024 ini menjadi hajatan yang mengedukasi masyarakat," pungkas Ariawan. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana
#Menjaring Caleg #PKN Tertatih #Efek Gelontoran #bansos