Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dipralina di GWK, Saranatamantra Ingin Kembalikan Esensi Ogoh-Ogoh  

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 25 April 2023 | 14:33 WIB
BAKAR : Ogoh — Ogoh Saranatamantra Banjar Gemeh dipentaskan secara kolosal dan diakhiri dengan pembakaran.  Agung Bayu/Bali Express
BAKAR : Ogoh — Ogoh Saranatamantra Banjar Gemeh dipentaskan secara kolosal dan diakhiri dengan pembakaran. Agung Bayu/Bali Express
BADUNG, BALI EXPRESS — Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park sebagai salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Badung telah menggelar Parade Ogoh-ogoh kolosal, Minggu (23/4).

Dalam parade ini menampilkan 10 ogoh-ogoh terbaik di Kabupaten Badung dan salah satu ogoh-ogoh terbaik di Denpasar. Ogoh-ogoh tersebut bertajuk Saranatamantra karya ST Gemeh Indah, Banjar Gemeh, Denpasar Barat. Dalam acara tersebut pun dilakukan pembakaran Ogoh-ogoh Saranatamantra. Cara ini ditujukan untuk mengembalikan esensi dari Ogoh-ogoh.

Pagelaran Ogoh-ogoh Kolosal ini sebagai acara puncak sekaligus penutupan dari Festival Ogoh-ogoh GWK 2023 bertajuk 'Pangurip Tejaning Biomantara'.  Artinya mengobarkan kembali semangat api jiwa semesta dalam berkarya dan berkreativitas.

Pagelaran Ogoh-ogoh Kolosal ini menampilkan lebih dari 1.000 seniman Bali yang tergabung dalam sanggar seni Saba Sari bersama Palawara musik company, wayang sunar dan BME Bali.

Seniman Ogoh-ogoh asal Banjar Gemeh, Marmar Herayukti mengatakan, pagelaran ini telah dilakukan sejumlah persiapan. Pihaknya pun menekankan pertunjukan bukan dari satu atau dua banjar, melainkan merupakan satu kesatuan. “Jadi kita berkolaborasi menjadi satu dan inilah show kita, dan semua harus bergerak dan sangat luar biasa,” ujar Marmar.

Pihaknya pun berharap dalam pagelaran, seharusnya tidak meninggalkan esensi dari Ogoh-ogoh itu sendiri. Terlebih Ogoh-ogoh tersebut seharusnya dipralina atau dibakar. “Seperti Ogoh-ogoh kami ini sudah dipralina dulu, jadi ini dalam pertunjukan ada Ogoh-ogoh yang dihidupkan kembali secara niskala sebenarnya sudah selesai, sekarang hanya secara seninya saja. Sebenarnya dalam prosesi pralinanya (dalam pementasan) juga menjadi sebuah hal yang menarik,” jelasnya.

Marmar juga berharap kedepannya GWK Cultural Park dapat terus berkolaborasi dengan anak-anak muda bali, terutama yang bergerak dalam bidan budaya. Apalagi kolaborasi ini dinilai dapat memperkenalan budaya dengan jangkauan yang lebih luas. “Lebih tepatnya kita bisa menghargai seniman lokal yang mereka sudah mengupayakan banyak hal,” ungkapnya.

Head Of Division Marketing Communication & Event GWK Cultural Park, Andre Prawiradisastra mengatakan, Pagelaran Ogoh-ogoh Kolosal ini merupakan bentuk dukungan GWK dalam pelestarian karya seni dan budaya Bali. Pihaknya pun menyatakan acara tersebut akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Ogoh-Ogoh Dipralina di GWK #Parade Ogoh-ogoh Kolosal #Saranatamantra Ingin Kembalikan Esensi Ogoh-Ogoh