Pantauan Koran Bali Express (Jawa Pos Grup) di lapangan, ada sekitar 30 orang AMP hendak menggelar demo di depan Bundaran Hang Tuah, Renon sekitar pukul 09.00. Sebelum menuju titik kegiatan, mereka berkumpul di Parkir Timur Lapangan Renon. Namun mereka mendapat hadangan dari PGN. Mengingat riwayat konfrontasi kedua pihak sempat bentrok hanya beberapa minggu sebelumya, maka keadaan pun seketika memanas.
Kericuhan pecah antara kedua pihak dengan aksi saling pukul, hingga lempar batu. Tampak juga helm yang dilemparkan ke arah pengunjuk rasa. Aparat kepolisian yang sudah bersiaga di lokasi langsung berusaha mengamankan. Setelah bentrokan mereda, massa AMP melanjutkan agendanya. Hanya saja massa aksi tak kunjung menyampaikan pernyataan sikap dan dinilai melewati batas waktu yang ditetapkan polisi.
Maka aparat berusaha menggiring massa aksi kembali ke titik kumpulnya. Hingga kembali terjadi ketegangan berupa aksi saling dorong. Pada akhirnya setelah negosiasi alot, AMP menyampaikan orasinya yang pada intinya menuntut kemerdekaan Papua.
Mereka menolak kehadiran aparat baik TNI maupun Polri yang dinilai telah menjajah tanahnya. "Berikan kesempatan referendum, cabut otonomi khusus, dan hentikan pengiriman pasukan militer organik ke tanah Papua, karena hanya sebagai kedok memanfaatkan tanah kami untuk kepentingan investor asing," seru mereka lantang.
Selain itu, massa aksi menganggap fakta terkait Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) diputar balikkan. Kelompok-kelompok tersebut dikatakan bukan teroris atau separatis bersenjata, melainkan ada untuk melindungi tanah mereka dari penjajahan pasukan militer.
Untuk pengamanan unjuk rasa saat May Day ini, Polresta Denpasar menerjunkan ratusan personel.
Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, yang memimpin langsung pengamanan menerangkan ada 597 personel terdiri dari gabungan Polresta Denpasar, yang diback up Dalmas Polda Bali, Brimob, BKO Polres Badung dan Gianyar, Kodim 1611/Badung, Satpol PP Kota Denpasar dan Pecalang.
"Ada dua titik yang menjadi fokus pengamanan sesuai hasil Rakor TFG melibatkan personel BKO. Pertama pengamanan kegiatan May Day serentak seluruh Indonesia di depan Kantor Gubernur dan pengamanan kegiatan AMP (aliansi mahasiswa papua) di depan bundaran renon Denpasar," katanya.
Pihaknya meminta kepada seluruh personel pam agar lebih sabar dan tidak mudah terprovokasi saat bertugas dan selalu bersikap humanis.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya