Menurutnya, peserta paling banyak saat ini berasal dari pekerja penerima upah sebanyak 164.400 jiwa. “Per Mei 2023, kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Gianyar telah mencapai 487.007 jiwa atau setara dengan 97,04 persen dari total penduduk 501.870 jiwa,” ujarnya.
Kendatipun presentase kepesertaan ini sudah cukup tinggi, pihaknya tetap melakukan pemantauan agar fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah ditunjuk dapat memberikan pelayanan prima terhadap pasien BPJS Kesehatan. “Kalau peserta ada yang mengalami hal-hal tidak diinginkan ketika berobat atau menggunakan faskes yang sudah dipilih, kita imbau untuk segera melapor,” bebernya.
Saat ini untuk di Kabupaten Gianyar pihaknya bekerjasama dengan 6 Rumah Sakit. Sehingga apabila ada dari rumah sakit tersebut yang membeda-bedakan pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum, peserta diharapkan melapor. “Kalau ada yang tidak bawa Kartu BPJS saat berobat itu tidak boleh ditolak, karena bisa menunjukkan KTP dan aplikasi BPJS Kesehatan. Kalau hal itu sampai terjadi, laporkan. Karena kami sangat mengawasi mutu layanan,” imbuhnya.
Sayangnya memang belum 100 persen masyarakat Gianyar tercover BPJS Kesehatan. Pihaknya pun tidak mengetahui apa alasannya. Hanya saja pihaknya menduga jika sebagian masyarakat Gianyar masih nyaman hanya menggunakan program kesehatan gratis dari Pemkab Gianyar. Tetapi pihaknya tetap melakukan penyisiran masyarakat yang belum terdaftar. Apalagi saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan akan dijadikan salah satu persyaratan pada sejumlah transaksi, diantaranya pembelian tanah hingga izin usaha.
“Kita tetap lakukan penyisiran berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat. Kalau dia kurang mampu agar dicover pemerintah. Karena di tahun 2024 kita targetkan 98 persen masyarakat Gianyar tercover BPJS Kesehatan,” sebut Widiani.
Disamping itu BPJS Kesehatan Cabang Klungkung juga mengajak peserta untuk memanfaatkan kemudahan yang disediakan BPJS Kesehatan kepada peserta. “BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai macam kemudahan bagi peserta melalui inovasi-inovasi khususnya digitalisasi layanan, kami harapkan peserta memanfaatkan semua kemudahan tersebut denganbaik. Kemudahan tersebut merupakan salah satu komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan JKN,” tandasnya. (ras)
Editor : I Dewa Gede Rastana