Dari informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group) sebelum meninggal, almarhum sempat keluar masuk rumah sakit menjalani perawatan. Almarhum didiagnosa mengalami sakit kanker hati dan batu empedu. “Almarhum sendiri sebenarnya sudah lama sakit. Namun penyakitnya baru diketahui setelah sempat drop sekitar dua pekan lalu,” ujar salah satu saudara sepupu almarhum di Jembrana
Dewa Putu Manu Priodhana, 37.
Saat ini jenazah almarhum masih dititipkan di RSUP Sanglah Denpasar. Pihak keluarga disebutnya akan membawa jenazah almarhum ke rumah duka di Tabanan saat prosesi nyiraman layon dan langsung pangabenan pada Soma Pon Sinta, Senin (22/5) mendatang.
"Nanti prosesi nyiraman dan langsung ngaben. Sekalian diambil sehari karena ayah almarhum baru saja meninggal. Ayahnya meninggal belum lewat abulan pitung dina (1 bulan 7 hari),” imbuhnya.
Di sisi lain, di kalangan internal Pemkab Jembrana sendiri, sosok almarhum Dewa Kusuma dikenal sebagai birokrat yang santun dan humanis. Sebelum dipromosikan sebagai Asisten I pada April 2022 lalu, almarhum sempat lama menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya