Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hobi Rakit Robot, Gung Dean Ciptakan DD Bot dan Gamelan Digital

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 8 Juni 2023 | 02:38 WIB
OTODIDAK : Gung Dean saat memamerkan karyanya di Bali Digital Festival II tahun 2023. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)
OTODIDAK : Gung Dean saat memamerkan karyanya di Bali Digital Festival II tahun 2023. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)
SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perkembangan internet saat ini Bagai pisau bermata dua. Jika tepat dalam penggunaannya maka manfaatnyalah yang akan didapatkan. Hal itu yang dilakukan I Dewa Gede Agung Dean Purwita. Siswa kelas VII di SMPN 2 Kubutambahan berhasil melahirkan dua karya lantaran menemukan ide dan cara kerja dari internet. Remaja 12 tahun ini menciptakan robot dan gamelan digital.

Robot yang dinamainya DD Bot adalah karyanya yang dirakit sendiri. Robot ciptaan Gung Dean ini mampu memahami perintah dari suara manusia. Sedangkan gamelan digitalnya yang lahir, tergolong canggih. Tentu saja tetap menonjolkan kearifan lokal. Dua karya Gung Dean ini pun dipamerkan dalam Bali Digital Festival II di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Selama 3 hari terlibat dalam Digifest II itu, karya Gung Dean cukup banyak menyita perhatian pengunjung.

Ketekunannya belajar lewat akses internet itu membuahkan hasil. Kendati belajar secara otodidak, tidak menjadi masalah bagi Gung Dean. Karya-karya canggihnya itu lahir juga lantaran ia memiliki hobi merakit robot. Gung Dean juga termotivasi dengan karya digital lainnya yang lebih dulu berkembang. Ia terdorong untuk mengikuti jejak dan menciptakan karya. “Saya belajar sendiri. Baca-baca di google dan nonton tutorial di YouTube. Sekarang sudah banyak yang membuat karya digital. Saya juga mau seperti itu, jadi saya belajar. Jadilah hasilnya gamelan digital dan DD Bot ini,” terangnya, Selasa (6/6).

Untuk membuat 2 alat ini banyak tantangan yang dilewati. Untuk dapat mengoperasionalkan dua alat ini ia menggunakan sistem mikrokontroler yang dinamakan arduino uno. Sistem itu harus di program terlebih dahulu menggunakan bahasa pemrograman C++.

Gamelan digital sendiri menggunakan alat arduino uno yang dilengkapi dengan sensor getar. Alat ini juga menggunakan ESP 32 dikombinasikan bersama modul mp3 player dan diubah menjadi output suara di speaker. Namun sebelumnya, terlebih dahulu disusun tangga nada sesuai dengan gamelan aslinya.

Sama halnya dengan gamelan digital. Robot DD Bot juga menggunakan sistem Arduino uno. Bedanya, DD Bot ini penggunaan motor servo. Alat ini harus dipisahkan antara power supply dengan arduino serta harus disambungkan terus ke komputer karena memakai sistem komunikasi serial. “Untuk budget pembuatan alat ini yang pertama gamelan digital membutuhkan biaya sekitar Rp 200 ribu dengan rentang waktu pembuatan 3 minggu, sementara untuk DD Bot memerlukan biaya sekitar Rp 300 ribu dengan waktu pembuatan sekitar 1 bulan,” terangnya.

Kendati tergolong berhasil, Gung Dean berencana menyempurnakan kembali kedua karyanya itu. Baik dari segi sensitivitas sensor serta output suara yang dikeluarkan. Sementara untuk DD Bot sendiri, Gung Dean memiliki angan-angan menyempurnakan karakter robot sehingga responnya mendekati respon manusia. “Kalau gamelan output suara nanti supaya bisa disesuaikan dengan pelan-kerasnya pukulan yang diberikan pada perangkat,” kata dia. Editor : I Dewa Gede Rastana
#Hobi Rakit Robot #siswa berprestasi #Gung Dean Ciptakan #Gamelan Digital #buleleng #DD Bot