Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Meski Kekurangan Tenaga, Distanak Gianyar Terus Gencarkan Vaksinasi Rabies

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 17 Juni 2023 | 02:11 WIB
CEGAH RABIES : Vaksinasi rabies di Desa Kelusa, Payangan, Jumat (16/6). (ISTIMEWA)
CEGAH RABIES : Vaksinasi rabies di Desa Kelusa, Payangan, Jumat (16/6). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Belakangan ini kasus rabies kembali merebak disejumlah wilayah di Bali, hal ini pun sedikit tidaknya menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Pemerintah pun terus menggalakkan program vaksinasi rabies terhadap anjing, termasuk di Kabupaten Gianyar. Seperti halnya vaksinasi rabies door to door yang digelar di Banjar Roban dan Banjar Peliatan, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Jumat (16/6).

 

Total ada 63 ekor anjing yang divaksin rabies dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari 54 ekor anjing dewasa 54 ekor dan 9 ekor anakan anjing menggunakan jenis vaksin Neo Rabivet. Kegiatan tersebut juga dikawal Babinsa Desa Kelusa Koramil 1616-07/ Payangan, Serma I Wayan Yasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Kelusa, Aiptu I Wayan Muriana. Sistem vaksinasi ini bersifat jemput bola dari rumah ke rumah atau door to door.

 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Santiarka menjelaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan merupakan program vaksinasi massal. Hanya saja karena jumlah petugas yang terbatas maka tidak bisa dilakukan secara massif.

 

Adapun komposisi vaksinator yang dimiliki Dinas Pertanian Gianyar saat ini yakni terdapat empat tim reguler dan satu tim emergency. Adapun tim reguler ini, terdiri dari UPTD 1, 2, 3 dan Dinas Pertanian sendiri. “Jadi sasaran 80.000 ekor anjing itu hanya digarap sekian orang,” ujarnya.

 

Dengan demikian pihaknya pun tidak bisa menyebutkan secara detail berapa jumlah vaksin rabies yang diberikan per hari atau per bulannya. Sebab petugas juga kejar target mengatasi PMK  (Penyakit Mulut dan Kuku).  "Kadang-kadang, Senin, Selasa, Rabu dan Kamis mereka mengambil PMK, Jumat dan Sabtu mengambil rabies. Kalau urgen sekali di rabies, full mereka ngambil di rabies. Misalnya di suatu desa ada yang positif ya disana full, sehingga tenaga kewalahan, karena SDM sedikit sekali,” imbuhnya.

Selain itu banyak tenaga yang pension mulai dari dokter hewan hingga ASN. Sehingga pihaknya sangat kewalahan. Atas kondisi tersebut pihaknya pun meminta agar masyarakat yang memelihara anjing, supaya merawatnya dengan baik. "Tolong hindari bermain dengan anjing, usahakan anjingnya dirumahkan, dan jangan diberi kesempatan kontak dengan anjing liar. Anjingnya juga wajib divaksin. Jika anjingnya ingin vaksin dan tak ada jadwal vaksin di wilayahnya, bawa saja ke UPTD atau ke dinas," tegas Santiarka.

 

Adapun lokasi tersebut, UPTD Keswan 1 ada di Puspem Payangan, UPTD 2 ada di dua lokasi, yakni di Banjar Cemadik, Desa Pejeng Kangin, Tegalalang dan Banjar Tegal Suci, Tampaksiring. Lalu UPTD Keswan 3 berada di Desa Celuk, Sukawati. Terakhir di Dinas Pertanian yang berlokasi di Jalan Astina Selatan, Gianyar.

 

Jika ingin mendapatkan vaksin di UPTD, kata dia masyarakat wajib meminta jadwal. "Kalau memang ke dinas kabupaten, sudah ada petugas yang jaga di sini. Kalau mau ke UPTD, karena jadwal mereka overload, agar terlebih dahulu menghubungi kepala UPTD, agar kepalanya bisa menunjuk orang siapa yang bisa melayani vaksinasi di sana," pungkasnya.

 

Saat ini total populasi anjing di Gianyar per Juni 2023  sebanyak 88.338 ekor. Sehingga kerja petugas semakin berat, lantaran 42 persen dari total tersebut adalah anjing liar atau dibebas liarkan oleh pemiliknya. (ras)

  Editor : I Dewa Gede Rastana
#Terus #distanak gianyar #vaksinasi rabies #Meski Kekurangan Tenaga #gencarkan