Kondisi ini membuat biaya untuk membeli air bersih meningkat, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, juga kegiatan usaha perhotelan dan restoran yang ada di kawasan Nusa Penida.
Bahkan bagi warga yang ada di wilayah Nusa Penida atas, membeli air bersih sepanjang tahun. Seperti wilayah Desa Bunga Mekar, Batu Kandik, Sekartaji, Tangkad, Pejukutan dan Sebagian Desa Sakti. “Untuk membeli air bersih tidak hanya sampai Rp 1 juta per bulan saja, bahkan ada yang membeli air sampai Rp 2,5 juta, mereka itu gunakan untuk kebutuhan usaha hotel dan restoran dan saat ini sedang proses peningkatan debit air yang dinaikkan untuk melayani masyarakat di Nusa Penida melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Mahottama Klungkung,” kata Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.
Dengan Kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, tidak memungkiri kondisi tersebut. “Usulan penyulingan air laut, saat ini sudah kami laksanakan di wilayah Nusa Lembongan, itu baru dibangun di Desa Jungut Batu, dengan sistem pengolahan air laut jadi air bersih, Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), 120 liter per detik, tapi di Nusa Ceningan sudah lama berdiri dan sudah beroperasi, saat ini kami fokus penanganan juga di Nusa Gede (Nusa Penida),” katanya.
Menurut Bupati Suwirta besaran pembelian air itu disebabkan kunjungan wisatawan yang meningkat. Sedangkan untuk rumah tangga saat ini sudah ada penambahan sambungan baru dengan peningkatan kapasitas debit air disumber-sumber, seperti Sumber air Guyangan, Seganing, dan Penida.
Sementara, Anggota DPRD Provinsi Bali, dapil Klungkung, I Ketut Juliarta, dihubungi terpisah mengatakan pembelian air sampai Rp 1 juta per bulan benar adanya. “Ada warga di Desa Klumpu memberitahukan kepada saya, ditempatnya katanya per tangki Rp 100 ribu, dan habis dalam waktu tiga hari saja sehingga terhitung sebulan beli air 10 kali, artinya satu juta sebulan, bahkan kadang lebih,” tuturnya. Sehingga pihaknya menuntut Pemerintah Provinsi Bali, punya banyak solusi khususnya masalah air biar tidak berlarut-larut seperti ini.
Kepala Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, I Wayan Yasa, mengatakan tahun 2023 ini peningkatan pelayanan air bersih dari Perumda Panca Mahottama Klungkung, sudah mencapai 65 persen diwilayahnya. Sisanya, 35 persen ada di posisi tertinggi seperti di Dusun Sompang, Penangkidan, dan Karangdawa.
“Untuk masalah air, hampir semua warga kami sejak dahulu kala sudah memiliki cubang (bak penampungan air tadah hujan) yang tersimpan saat musim hujan dan digunakan pada saat musim kemarau ini, sisanya kalau sudah habis pasti membeli,” katanya. (nan)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya