Disela sela acara pelepasan, Nurkhamid menjelaskan untuk keberangkatan haji dimasukkan dalam dua kategori yakni haji reguler dan haji plus/khusus. Untuk haji reguler difasilitasi oleh Kementerian Agama selama rangakaian berlangsung. Sementara, haji khusus ini dilaksanakan oleh travel/agent dengan mengikuti regulasi dari Kemenag. “Untuk kali ini, satu-satunya travel yang bermarkas di Bali yakni Bumi Nata Wisata yang memberangkatkan haji. Puluhan jemaah ini diberangkatkan dalam program haji khusus mengguanakan maskapai Emirates," jelasnya.
Diuraikannya, kuota haji pemerintah Indonesia terbagi dalam dua gelombang. Yang mana, kuota yang diberikan itu sebanyak 210.000 haji. Nah, untuk 203.000 dimasukkan dalam kategori reguler (difasilitasi Kemenag), sementara 7.000 diberikan kepada travel/agent untuk kategori haji plus/khusus. Untuk gelombang kedua atau jemaah tambahan yakni 8.000. Kemudian dilakukan pembagian sebanyak 7.300 reguler dan 700 plus/khusus. "Tahun ini ada 58 jemaah dari Bumi Nata Wisata yang berangkat dan tetap menggunakan standar yang disarankan Kementerian Agama," rincinya seraya mengakui untuk pemungutan biaya pun harus memenuhi syarat dan standar yang dikeluarkan Kemenag.
Sementara, Ketua rombongan haji, Hari Sumarno menerangkan jumlah jemaah yang berangkat haji kali ini ada 58 orang dan 6 petugas. Adapun rincian petugas masing-masing 2 orang dokter, 2 pemimpin haji dan 2 dari management. Untuk jemaah yang berangkat, paling tua berusia 84 tahun dan paling muda di atas 40 an tahun. Terkait daerah asal haji yang diberangkatkan melalui Bandara Ngurah Rai, Sumarno menjelaskan ada dari Denpasar, Surabaya, Sidoarjo, Jateng, dan Jakarta. "Untuk asli dari Bali ada 8 orang," tambahnya. Editor : I Dewa Gede Rastana