Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Mambal Duta Badung di PKB 2023, Sukses Satukan Perbedaan dalam Pementasan Janger Tradisi Remaja

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 23 Juni 2023 | 01:01 WIB
PENAMPILAN: Perwakilan Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal saat membawakan Tari Janger Tradisi Remaja dalam PKB XlV, Rabu (21/6).
PENAMPILAN: Perwakilan Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal saat membawakan Tari Janger Tradisi Remaja dalam PKB XlV, Rabu (21/6).

 

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Sanggar Seni Budaya Yowana Desa Mambal, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, mewakili Kabupaten Badung membawakan Tari Janger Tradisi Remaja, pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV 2023, Rabu (21/6). Pagelaran Janger ini dilaksanakan di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Bali. Pada pementasan ini, Desa Mambal melibatkan perwakilan dari empat Desa Adat setempat. Pembina Tari I Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, Pembina Vokal dan Tari Ni Ketut Suryatini, Pembina Tabuh I Wayan Gede ArnWa, dan I Ngurah Sutanaya Wisnawa.

Pembina Janger Tradisi duta Kabupaten Badung, Ni Ketut Suryatini mengatakan, Tari Janger merupakan salah satu tari tradisional khas dari Bali yang cukup populer. Tarian ini termasuk dalam tari pergaulan muda dan mudi yang dibawakan secara berkelompok berpasangan. Para Penari akan menari sambil menyanyikan lagu Janger secara bersaut-sautan dan mengikuti irama teriakan dari penari lainnya. Karena hal ini lah, irama dan teriakan dari penari membuat Tari Janger khas dan unik.

Pada Tari Janger tradisi kali ini, menampilkan garapan yang apik dengan tradisi yang kuat namun dengan tetap menonjolkan sisi modern saat ini. Cerita yang diangkat pada pementasan ini yaitu ‘Watugangga’, disesuaikan dengan tema PKB 2023 yakni Segara Kerthi. Cerita yang diangkat kali ini, berasal dari cerita saat perang Ramayana berakhir. Kisah Watugangga yang merupakan anak dari Hanoman, dipelihara oleh Dewa Baruna dan diberi tugas untuk menjaga laut beserta isinya.

“Dari cerita yang diangkat, ada pesan-pesan yang disampaikan, yakni agar kita bersama-sama menjaga, memuliakan kelestarian, utamanya alam laut. Seperti tidak membuah sampah ke laut sembarangan, selalu menjaga kebersihan, serta menjaga keberlangsungan tanaman serta biota laut, sehingga bisa tetap lestari, bersih serta indah,” kata Suryatini.

Menurutnya, Janger klasik ini juga sudah ada pakem sesuai tradisi. Namun ada sisi pengembangan-pengambangan, disesuaikan dan tidak melenceng dari pakem yang ada. Untuk struktur pepeson, terdiri dari Janger dan Kecak (Pangaksama - Tabuh), Pepeson Kecak, Pepeson Janger, Dong Dabdabang, Bintang Siang, Tambur, Pusuh Biu, Janger Muda Mudi, Gotong Royong, Lakon. Tokoh-tokoh, 2 orang Punakawan, Watugangga, Hanoman, Dewi Trijata, dan terakhir Gending Mulih (Penutup).

“Pementasan kali ini, melibatkan penari janger berjumlah 12 orang, penari kecak sebanyak 12 orang. Pemeran tokoh cerita ada sebanyak lima orang, pertama punakawan ada tualen dan merdah. Kemudian ada tokoh utama yakni Watugangga, Hanoman dan Dewi Trijata. Total ada sebanyak 29 orang,” bebernya

Untuk persiapannya, Suryatini menerangkan, telah dilakukan sejak tiga bulan, mulai dari membentuk lembaga hingga persiapan lain. Hal ini dilakukan lantaran pementasan Janger memerlukan kekompakan, baik dari gerak tarian maupun nyanyian. Kesulitan dalam persiapan diakuinya, memang pada penari pemula. Pasalnya sebagian besar penari yang terlibat, merupakan pendatang baru, yang sebagian besar dari mereka belum bisa menari.

“Saya selaku pembina merasa bangga. Awalnya sempat pesimis sebelumnya, karena sebagian besar penari merupakan orang baru. Namun dengan semangat para peserta ini untuk memberikan yang terbaik sebagai duta Badung, akhirnya semua bisa kompak,”terangnya.

Ketua Karang Taruna Desa Mambal, I Made Darmawan mengatakan, sanggar ini merupakan wadah kreativitas dan aktivitas Seni Budaya gabungan dari Yowana di Desa Adat Mambal, Semana, dan Batur Rening. Meski memiliki perbedaan dengan semangat untuk mewakili Mambal menjadi Duta Kabupaten Badung, hal itu akhirnya bisa disatukan dalam pementasan Janger Tradisi Remaja ini.

“Di masing-masing Desa Adat ini, mulai ada geliatnya. Oleh karena itu kami di karang taruna, memfasilitasi membentuk sanggar ini. Atas dasar itu, Mambal diberi kesempatan oleh Bupati Bandung, Nyoman Giri Prasta untuk mewakili kabupaten Badung. Karena sebagian besar pesertanya baru, persiapan dilakukan sejak tiga bulan lalu,” ucapnya.

Ketua Sanggar Seni Budaya Yowana Desa Mambal, I Wayan Gita Sudha Pratama, menyampaikan, penampilan kali ini menjadi kebanggaan desa Mambal. Karena dalam hal ini, Mambal ditunjuk secara langsung sebagai duta kabupaten Badung pada PKB 2023. Apalagi kata dia peserta yang dilibatkan, merupakan perwakilan dari masing-masing desa, yang disatukan dalam seni ini.

Baca Juga: Jadwal Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV, Kamis - Jumat, 22 - 23 Juni 2023


"Dengan ditunjuknya desa Mambal menjadi duta Kabupaten Badung, selain untuk melestarikan tradisi, melalui pementasan seni ini, kita bisa mempersatukan perbedaan dari empat desa yang ada di Mambal," bebernya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, agar tradisi ini bisa diperkuat kedepannya. Karena, seni pertunjukan janger ini merupakan suatu seni yang sangat komplit. Karena ada nyanyiannya, ada gerak, ada dramatik, ekspresi, tentu ini sangat luar biasa, karena harus menyatukan semua sehingga menjadi harmonis. "Bagaimana menyamakan suaranya, nadanya gerakannya, tentu ini kebanggana bagi kami. Harapan kami, bagi generasi muda, agar tetap bisa mempertahankan tradisi ini," harapnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#janger #PKB 2023 #duta kabupaten badung #sanggar seni #tradisi