GIANYAR, BALI EXPRESS - Mantan Bupati Gianyar yang dijuluki Bapak Pembangunan Gianyar, Tjokorda Gde Budi Suryawan menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (27/6) di kediamannya di Puri Mahasari di Banjar Ubud Kelod, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar. Ia meninggal dunia diusia yang menginjak 71 tahun.
Kabar duka itu pun dibenarkan oleh Tjokorda Putra Gde Teja Kusuma, yang tidak lain merupakan putra ketiga dari politisi yang akrab disaba CBS tersebut. “Ya beliau meninggal dunia di Puri pukul 07.15 WITA,” ujarnya.
Ditambahkannya jika CBS tidak ada keluhan sakit apapun, dan kesehariannya memang dirawat oleh perawat di kediamannya. Sehingga kepergian almarhum meninggal dunia diduga karena memang usianya yang sudah lanjut. “Tidak ada keluhan (sakit,Red), kebetulan beliau memakai perawat sehari-harinya,” lanjutnya.
CBS sendiri meninggalkan seorang istri yakni Tjokorda Istri Putra Anitawati dan tiga orang anak yakni anak pertama Tjokorda Gde Setiabudi Suryawan, anak kedua Tjokorda Gde Agung Wijaya Kusuma, dan anak ketiga Tjokorda Gde Putera Teja Kusuma Suryawan beserta 5 orang cucu. Untuk rencana Pelebon, ia menyebutkan jika masih akan rembug dengan keluarga besar. “Untuk upacara Pelebon kita masih akan rembug keluarga,” tandasnya.
Julukan Bapak Pembangunan diberikan kepada CBS lantaran banyak ide-ide cemerlang dalam meningkatkan laju perekonomian di wilayah Kabupaten Gianyar. CBS sendiri merupakan mantan Bupati Gianyar yang memiliki jasa besar dalam pembangunan Gianyar.
Ia juga pencetus pembangunan Stadion Kapten Dipta, Jalan Bypass Dharma Giri dan Balai Budaya Gianyar. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana