KARANGASEM, BALI EXPRESS - Pelebon penglingsir Puri Agung Karangasem, Prof. Dr Ida Anak Agung Agung Gede Putra Agung,SU dilaksanakan pada Jumat (30/6). Puncak acara berlangsung secara khidmat dengan di ikuti seluruh Pratisentana Puri Agung Karangasem dan Desa Adat Pengabih Puri.
Beberapa kesenian yang ada hubungannya dengan Puri Agung Karangasem di tampilkan saat itu. Tidak hanya yang bisa dilakoni oleh umat Hindu saja, seperti Gebug Ende dan musik Penting, tetapi ada pula pementasan dari warga Muslim di Karangasem. Itu adalah Tari Rudat -Kecicang Islam, dimana ada sebanyak 10 sampai 20 orang lelaki menari dengan diiringi rebana.
Antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti pelebon putra ke 9 Raja Karangasem tersebut. Beberapa tamu kehormatan yang berasal dari berbagai Puri di Bali turut hadir dalam kesempatan itu.
"Selain diikuti oleh Desa pengabih juga diikuti oleh masyarakat muslim yang ada di sekitar Karangasem," ujar Manggala Puri Agung Karangasem Anak Agung Bagus Partha Wijaya. Itu mencerminkan hubungan historis antara Puri Karangasem dengan masyarakat sekitar masih terjaga dengan baik.
Prosesi pelebon ini sudah dilaksanakan beberapa hari lalu. Dan puncaknya dilaksanakan hari Jumat (30/6) yang sudah direncanakan sejak Prof. Dr Ida Anak Agung Agung Gede Putra Agung,SU berpulang. Pada prosesi tersebut dipuput oleh sembilan sulinggih.
Layon Prof. Dr Ida Anak Agung Agung Gede Putra Agung,SU ditempatkan di Bade tumpang 9. Itu diarak oleh desa pengabih Puri untuk dibawa ke kuburan. "Setelah sampai di setra atau kuburan Desa Adat Karangasem, maka layon dari Prof Dr Anak Agung Gede Putra Agung akan dibakar. Setelah itu abunya akan dianyud di Pantai Ujung yang juga akan disaksikan oleh seluruh pratisentana Puri Agung Karangasem," kata Partha Wijaya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana