Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kocak Sekaligus Satir, Konten Kreator Uncle Mutu Sindir Jalan Juwet Sari Pemogan seperti Sirkuit Offroad

I Dewa Made Krisna Pradipta • Jumat, 14 Juli 2023 | 19:06 WIB
UNCLE MUTU: Tangkapan layar video konten kreator Uncle Mutu di Facebook  yang kocak sekaligus satir. Dia menyindir kondisi jalan Juwet Sari, Griya Anyar, Pemogan  seperti lintasan offroad.
UNCLE MUTU: Tangkapan layar video konten kreator Uncle Mutu di Facebook yang kocak sekaligus satir. Dia menyindir kondisi jalan Juwet Sari, Griya Anyar, Pemogan seperti lintasan offroad.

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kini ada tren mengkritik dengan gaya bernada sarkas. Salah satunya dilakukan konten kreator Uncle Mutu yang menyindir kondisi jalan Juwet Sari, Griya Anyar di Kelurahan Pemogan seperti sirkuit offroad.

Dalam video yang diposting Uncle Mutu di Facebook, mereka memberikan judul videonya dengan kocak sekaligus sarkas. “Pokokne Jalan Juwet Sari, Griya Anyar – Pemogan Jeg Keren Gati. Cocok untuk Latihan Offroad Semeton. Kira2 Nyen Taen Ngeliwatin Jalan Ne?”

Dalam video itu, dua orang yakni si perekam yang dibonceng dan pengendara motor (yang ditengarai bernama Eka) dengan logat Buleleng-nya yang khas sepakat bertemu untuk membeli nasi. Setelah bersua, pengendara motor yang tubuhnya dipenuhi tato itu pun ditertawai oleh temannya mengapa plat nomor kendaraannya sampai di lakban dan berbunyi. Spontan, si pengendara menjawab jika ia habis offroad dan ingin menunjukkan jalan yang dimaksud.

Keduanya kemudian meluncur ke jalan yang dimaksud yakni Jalan Juwet Sari. Betapa kagetnya temannya ketika melihat kondisi Jalan Juwet Sari yang bopeng dan hancur lebur di sepanjang jalan yang mereka lewati. Dalam perjalanannya mereka mengobrol dengan obrolan santai yang mengundang tawa sekaligus sarkas.  Sembari dengan tujuan membeli nasi.

“Setiap minggu beli baut, karena baut motor pasti selalu lepas,” kata Eka dengan bahasa Bali khas logat Buleleng dan dibarengi tawa panjang keduanya.

Kemudian si perekam sampai heran mengapa di Kota Denpasar masih saja ada jalan yang hancur lebur seperti ini. Eka pun kemudian turun dan menyampaikan jika dirinya bangga.

“Rage (saya) bangga ajak (dengan) daerah ini dan mempertahankan tradisi. Konsistensi itu susah, walaupun konsistensi yang jelek. Mempertahankan kerusakan yang gradag-grudug ini (jalan rusak) susah sebenarnya,” sebut Eka dengan nada sarkas.

Kemudian dengan sindiran halus mereka menyebut jika ada yang membeli kendaraan baru dan dibawa ke Jalan Juwet Sari ini, belum apa-apa sudah pasti rusak. Video itu pun kemudian mendapat ribuan komentar dan dibagikan ratusan kali oleh warganet.

“Jalanan kodia mule jek top. Pemerintah Kota Denpasar lakar ngae wisata naik kuda besi,” tulis akun Ramdes.

Lalu akun Komangsrilaba menulis komentar “Mantap lit, kritikan yang mendidik”.

Warganet pun mulai bertanya-tanya, siapakah yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas perbaikan jalan ini. Ada yang menyebut pemerintah Kota Denpasar. Namun ada juga yang menyebut jika pengembang-lah yang memiliki peran, mengingat Jalan Juwet Sari ini adalah kawasan perumahan.

Editor : Nyoman Suarna
#konten kreator #jalan juwet sari #sindir #sirkuit offroad